Bayi perempuan yang dilahirkan seberat 6 ons masih dalam keadaan sehat.TANGERANG - Tuti Alawiyah (28) warga Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang yang melahirkan bayi perempuan seberat 6 ons, akhirnya meninggal dunia pada Minggu (18/12), dini hari. Tuti meninggal saat akan dibawa ke rumah sakit akibat sesak nafas.
Rita (38), kakak korban mengatakan, Tuti mengalami sesak nafas sekitar pukul 02.00 WIB akibat penyakit komplikasi yang dideritanya seperti, kelenjar getah bening, jatung dan darah tinggi.
"Saat kami membawanya ke rumah sakit pukul 04.00 WIB, Tuti meninggal di jalan karena tak kuat menahan penyakitnya," keluh Rita.
Dikatakan Rita, sejak melahirkan anaknya Kamis (8/12) lalu, Tuti sudah dalam kondisi lemah. Dia sempat dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang selama enam hari pasca melahirkan. Hanya saja, karena tak mampu menanggung biaya pengobatan sebesar Rp 1,475 juta, Tuti yang hanya bekerja sebagai buruh cuci akhirnya dibawa pulang oleh keluarga.
"Saat menjalani persalinan dan perawatan, kami membiayai sendiri. Sebab, saat kami coba mengurus SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) ke RT dan Kelurahan tidak juga keluar. SKTM baru keluar pada Selasa (13/12), dan hanya pada hari itu Tuti ditanggung dengan SKTM," jelasnya.
Selama di rumah, jelas Rita, kondisi Tuti terus membaik. Namun, pada Sabtu (17/12), kondisi Tuti kembali melemah, yang akhirnya mengalami kejang dan sesak nafas pada Minggu (18/12) dini hari.
"Tuti mengalami sesak nafas karena asma dan darah tingginya naik," imbuhnya.
Sementara itu, anak perempuan Tuti, hasil pernikahan dengan Ricki (33) yang beratnya hanya 6 ons, hingga saat ini masih dalam keadaan sehat.
"Saya yang bertanggung jawab atas perawatan bayi ini. Sangat memprihatinkan memang, di saat bayi ini sudah sehat dan mengalami peningkatan berat badan, ibunya harus meninggal dunia," kata Rita.
