Sejumlah peserta sedang memperagakan atraksi maut dalam rangka acara penutupan agenda tahunan jamaah Arba’in di Puskiyai Aceh. Atraksi tersebut dipandu langsung oleh Kapolres Abdya AKBP Drs Subakti yang didampingi Dandim 0110 / Abdya, Letkol ARM E Dwi Karyono AS selaku Pembina di Puskiyai Aceh.BLANGPIDIE - Penutupan agenda tahunan jamaah Arba’in di Pusat Komuniti Islam Yayasan Al-Insaniyah (Puskiyai) Aceh di Krueng Baru, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diwarnai atraksi menegangkan yakni berjalan di atas api menyala.
Atraksi yang berlangsung pada Rabu (14/12), sekitar jam 22.00 WIB di halaman depan Dayah Manyang kompleks Puskiyai Aceh itu dilakukan para santriwan, santriwati Puskiyai serta diikuti ratusan jamaah yang berdomisili di Pesantren tersebut.
Atraksi maut dalam rangka acara penutupan agenda tahunan jamaah Arba’in di Puskiyai Aceh tersebut dipandu oleh Kapolres Abdya AKBP Drs Subakti didampingi Dandim 0110 Abdya Letkol ARM E Dwi Karyono AS selaku Pembina Puskiyai Aceh.
Kapolres Abdya AKBP Drs Subakti kepada wartawan di sela-sela acara mengungkapkan atraksi maut yang dilakoni para santriwan, santriwati serta para jamaah Arba’in pada malam itu murni atraksi biasa yang tidak memerlukan keahlian khusus ataupun menggunakan ilmu ghaib.

Seorang nenek berusia 61 tahun ikut berpartisipasi berjalan di atas bara api pada penutupan agenda tahunan jamaah Arba’in di Pusat Komuniti Islam Yayasan Al-Insaniyah (Puskiyai) Aceh di Krueng Baru, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya
“Yang dibutuhkan para peserta atraksi untuk bisa berjalan di atas api hanyalah keyakinan semata, di mana yang bersangkutan yakin kalau dirinya tidak akan terbakar saat berjalan di atas api. Akan tetapi kalau tidak yakin maka yang bersangkutan akan terpanggang habis dalam api yang menyala ini,” kata Subakti sambil membimbing salah seorang ibu yang berumur sekitar 61 tahun berjalan di api menyala setinggi pinggang.
Diungkapkan Subakti, sebelum diadakan acara puncak pada malam itu, pihaknya selaku pembina di Puskiyai telah melatih para santriwan dan santriwati bagaimana mendatangkan keyakinan diri agar para santri bisa yakin dapat menjalankan atraksi tersebut.
