
KUALA KAPUAS - Ulah tak terpuji dilakukan Johansyah (37), warga RT18, Handil Simpang Aya, Desa Narahan, Kecamatan Pulau Petak, Kapuas, Kalimantan Tengah.
Indah (bukan nama sebenarnya), remaja berumur 15 tahun, diperkosa Johansyah yang tak lain ayahnya sendiri. Perkosaan itu dilakukan Johansyah, di atas kelotok, dalam perjalanan dari kampungnya, menuju ke Anjir, Batola.
Perkosaan pertama terjadi tahun 2009. Namun perbuatan itu terus dilakukannya hingga sekarang. Aksi mesum itu itu baru terungkap, setelah adanya laporan dari Samsiar (35), istri Johansyah sendiri.
Samsiar melaporkan perbuatan suaminya, ke Polsek Pulau Petak, Kamis (24/11/2011). Kemudian malamnya, Johansyah ditangkap anggota Polsek Pulau Petak, menjelang malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Johansyah, saat ditemui di tahanan Mapolres Kapuas, Rabu (30/11/2011) mengatakan, perbuatan itu dilakukannya, saat Indah naik kelotok bersamanya, menuju ke Anjir Batola tahun 2009 malam hari.
Karena tergiur dengan kemontokan anaknya, ditambah lagi saat itu, tanpa sengaja rok Indah terbuka, maka Johansyah merangkul dari belakang dan kemudian memperkosanya.
Dari kejadian pertama itulah, Johansyah menjadi ketagihan. Setiap ada kesempatan dan istrinya sedang keluar, Johansyah menyetubihi anaknya. Bahkan pada akhir 2009 itu, Indah tak lagi menstruasi alias mengandung selama dua bulan lebih.
