Rahmad DarmawanJAKARTA - Mundurnya pelatih bertangan dingin Rahmad Darmawan (RD) menjadi tanda tanya besar. Sejak RD menukangi Titus Bonai dan kawan-kawan pada SEA Games XXVI 2011, banyak pihak yang memuji pelatih asal Metro Lampung tersebut, meski gagal meraih emas.
Sahabat RD, Edy Syahputra yang saat itu ditemui wartawan di lingkungan PSSI mengatakan jika RD memang secara tiba-tiba menemuinya pada Senin malam, kemarin. "Ya dia tiba-tiba mengontak saya kemarin, dan ngajak bertemu," katanya, Selasa (13/11/2011).
Namun tidak disangka bahwa pertemuan itu adalah pertemuan dengan pelatih yang sempat membawa Sriwijaya FC meraih Double Winner tersebut memberikan surat pendunduran diri melatih Timnas U-23. "Saya kaget ketika dia memberi surat tersebut," ujarnya
Ketika ditanya perihal mundurnya pelatih murah senyum tersebut, Ia bercerita jika RD merasa gagal membawa timnas menjadi yang terbaik pada ajang SEA Games XXVI 2011.
Apakah hanya itu? Ia pun tidak mengetahuinya secara jelas. "Yang penting RD berkata itu kepada saya pada malam itu," tegasnya. Ia menambahkan pertemuan itu cukup singkat dan ia menyebut tidak ada raut wajah yang berbeda dari RD.
Seperti diketahui, beberapa jam sebelum bertemu Edy, RD dan pelatih Timnas lainnya melakukan rapat dengan petinggi PSSI di kediaman Arifin Panigoro, di Jakarta. Justru dalam rapat tersebut RD membahas mengenai pembinaan usia dini, dan solusi mengenai pemain yang tidak bisa berkostum Timnas karena terhambat peraturan.
Namun bukan solusi, justru kini RD malah mundur menukangi skuad garuda muda.
Surat tersebut kini sudah sampai di PSSI yang diterima sekretaris Ketua Umum, Dewi. Edy pun sudah menerima surat balasan bahwa RD menyatakan pengunduran diri.
