Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Ahad, 8 Julai 2012

Perceraian akibat Pernikahan Dini di Jabar Masih Tinggi

Foto hiasan.



BANDUNG - Angka perceraian di Jabar diakui Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Netty Heryawan masih cukup tinggi. Salah satu penyebabnya yaitu, angka pernikahan di bawah umur yang juga masih tinggi di Jabar.

Hal itu disampaikan Netty saat saat menjadi pembicara dalam acara Sarasehan Peringatan Hari Keluarga Nasional 'Pengokohan Posisi dan Peran Keluarga dalam Peningkatan Kualitas Kehidupan Berbangsa dan Bernegara' di Rumah Keluarga Indonesia PKS, Jalan Katamso, Minggu (8/7/2012).

"Saya berharapnya, perempuan itu menikah pada usia lulus SMA-lah. Tapi ternyata kan aturan di (negara) kita memperbolehkan menikah pada usia 16 tahun. Bahkan ada yang lebih kecil dari itu," ujar Netty.

Padahal pernikahan dibawah umur, menurutnya akan berimbas pada ketidaksiapan mental pasangan, hingga berpeluang besar berujung pada perceraian. "Pernikahan di bawah umur berkaitan dengan masih tingginya angka perceraian," katanya.

Pada pernikahan dini, anak mungkin matang secara biologis karena perempuan sudah ovulasi ditandai dengan menstruasi, begitu juga dengan anak laki-laki. "Tapi pernikahan bukan hanya membutuhkan kematangan biologis, tapi kematangan psikologis dan emosional. Bagaimana menghadapi konflik. Karena setiap pernikahan pasti ada konflik. Harus bagaimana memanajemen konflik supaya tidak menjadi rumit dan ujungnya perceraian," tutur Netty.

Selain itu Netty kahawatir dengan pola pengasuhan yang dilakukan oleh pasangan muda yang terbilang belum cukup umur. "Tidak bisa dibayangkan seperti apa konsep pengasuhan anak-anak yang masih 15 tahun. Mereka belum mengerti," katanya.

Netty menyebut, menurut data Kementrian Agama angka perceraian di Indonesia mencapai 10 persen dari jumlah penduduk. Meski di Jabar Netty mengaku tak tahu data perceraian, namun ia menyebut bahwa sejak Maret 2010 sampai Juni 2012, ada sebanyak 278 wanita yang berhasil dijemput oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jabar, di mana rata-rata mereka menikah pada usia yang terlalu dini, yaitu 13 tahun hingga 15 tahun.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular