Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Selasa, 3 Ogos 2010

Ibu Utang Rp 10 Juta, Anak Diracun



KOMPAS.com — Utang adalah tanggung jawab. Utang harus dibayar. Jika tidak bisa membayar utang, artinya malu. Rasa malu inilah yang mungkin mengawali cerita sedih dari Lumajang ini. Reni Yuliana (32) bersama dua anak perempuannya, Ragil Febrianti (6) dan Fafa Sahara (3), hingga Selasa (3/8/2010), masih tergolek di RSUD dr Haryoto Lumajang. Ketiganya baru saja menenggak racun tikus.

Warga Dusun Bedog, Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, itu Senin (2/8/2010), mengajak kedua anaknya secara bersama-sama menenggak racun tikus. Ketiganya tergeletak tak sadarkan diri di dalam rumah. Peristiwa itu diketahui anak sulungnya, Pegi (14) yang kemudian melaporkan kepada para tetangga. Ketiganya segera dilarikan ke rumah sakit.

Kepada para wartawan Reni menuturkan, keputusan meminum racun tikus karena merasa tak mampu mengembalikan utang. Menurut Reni, jumlah utangnya mencapai Rp 10 juta lebih. “Puasa dan hari raya Idul Fitri sudah dekat. Saya harus segera mengembalikan seluruh utang saya, sedangkan saya tidak punya apa-apa,” tutur Reni lemah.

Reni dirawat di Ruang Melati didampingi ibu tirinya, Mutmainah (52). Sedangkan Febri dan Fafa Sahara yang akrab disapa Rara terbaring di Ruang Bougenville ditemani ayahnya, Totok Triwahyudi (37). Selang infus masih tampak di tangan mereka.

Menurut penuturan Mutmainah, Reni juga mencekoki kedua anaknya dengan racun tikus karena tak tega meninggalkan keduanya jika dia meninggal dunia. “Kalau saya enggak ada, siapa yang akan merawat keduanya. Karena itu, biar saya ajak serta kedua anak saya,” ucap Mutmainah menirukan kata-kata Reni.

Reni menenggak 10 bungkus racun tikus berupa bubuk, sedangkan kedua anaknya masing-masing satu sendok. Kepada kedua anaknya, Reni mengatakan yang diminum adalah jamu.

Reni mengaku dirinya selama ini hidup pas-pasan. Apalagi setelah anak sulungnya yang masih SMP baru sembuh dari sakit. Dirinya pun berutang hingga Rp 10 juta. “Saya hidup pas-pasan karena suami saya hanya bekerja sebagai kernet truk. Yang membuat saya bingung, selain saya tidak punya uang simpanan untuk kebutuhan Lebaran yang sudah dekat, belakangan ini saya terus ditagih utang,” kata Reni.

Setelah uang yang dipinjam dari kredit arisan kampung ludes, barulah Reni bingung. Apalagi utang itu tidak diketahui suaminya. “Saya memang niat bunuh diri saat suami saya berangkat bekerja ke Solo. Suami saya biasanya pulang tiga hari sekali. Saya bunuh diri karena kasihan dengan suami lantaran saya yang memang nekat berutang dan suami tidak tahu,” ungkapnya.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular