Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Isnin, 30 Julai 2012

Caplok Batavia, AirAsia Ditunggu KPPU





JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta AirAsia datang untuk melaporkan aksinya mengakuisisi 100 persen saham PT Metro Batavia, pemilik perusahaan penerbangan Batavia Air.

Ketua KPPU, Tadjudin Noer Said mengatakan bahwa setiap proses merger atau akuisisi yang terjadi di Indonesia, wajib melapor kepada KPPU. "Hal ini tertuang dalam Pasal 5 Nomor 7 Peraturan Pemerintah Nomor 57 tahun 2012," ujarnya saat konfrensi pers di kantor KPPU, Jakarta, Senin 30 Juli 2012.

Dia menjelaskan, sesuai ketentuan yang berlaku, syarat bagi perusahaan yang berkewajiban melaporkan aksi akuisisi adalah proses akumulasi aset merger bernilai lebih dari Rp2,5 triliun atau akumulasi omzet lebih dari Rp5 triliun. Untuk aset sendiri, KPPU adalah lembaga yang berhak menentukan aset perusahaan.

Syarat kedua, dua perusahaan merger tersebut tidak terafiliasi satu sama lain atau dengan kata lain kedua buah perusahaan bukan dari satu perusahaan induk.

Terakhir atau syarat ketiga adalah proses merger/akuisisi tergolong merger asing. Maksudnya, perusahaan berada di luar negeri tapi salah satu atau keduanya mempunyai afiliasi di Indonesia atau punya produk yang beredar di Indonesia. 

Notifikasi tentang aksi akuisisi tersebut, harus diberitahukan paling lambat kepada KPPU 30 hari kerja sejak akuisisi berjaan secara efektif. Tadjudin menuturkan, efektifnya akuisisi ini ditandai dengan ada transasksi resmi secara yuridis.

"Ini ditandai dengan adanya persetujuan menteri dan setelah diberitahukan kepada menteri," ujar Kepala Biro Humas KPPU, A Junaidi menambahkan.

Jika Air Asia tidak mengindahkan ketentuan tersebut, lanjut Tadjudin, KPPU bisa mengenakan denda untuk setiap keterlambatan sebesar Rp1 miliar per hari dengan denda maksimal Rp25 miliar dan terhitung berdasarkan hari kerja.

Seperti diketahui, pekan lalu AirAsia Berhad mengumumkan rencananya mengakuisisi 100 persen saham PT Metro Batavia sebagai pemilik saham Batavia Air.

Perusahaan asal Malaysia tersebut, menggandeng PT Fersindo Nusaperkasa. Kedua pemilik baru Batavia Air ini harus merogoh uang US$80 juta atau sekitar Rp758 miliar (kurs Rp9.475).

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular