Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Jumaat, 3 September 2010

Masyarakat Diminta Tidak Terprovokasi




MEDAN (SINDO) – Pengamat politik dari FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) Warjio meminta media tidak terlalu membesar-besarkan persoalan tapal batas maritim antara Indonesia dan Malaysia.


Dosen FISIP USU ini menilai ada kekuatan politik di Indonesia yang sengaja melakukan pembentukan opini di media untuk agar hubungan kedua negara terus memanas. Kekuatan politik itu terus melakukan provokasi melalui media sehingga terbentuk opini seolaholah pemerintah tidak tegas menyelesaikan masalah kedua negara.

Menurut doktor politik lulusan Universitas Sains Malaysia ini, insiden ditangkapnya tiga pegawai Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) oleh pihak Malaysia dan tertangkapnya tujuh nelayan Malaysia beberapa waktu itu akibat tumpang tindihnya perbatasan kedua negara.

Dia berharap masyarakat Indonesia harus cerdas dan rasional memandang persoalan Indonesia dan Malaysia.Persoalan tapal batas antarkedua negara sudah berlangsung sejak lama.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara Jhon Thafbu Ritonga menyatakan, jika hubungan antara Indonesia dan Malaysia tidak segera dinormalkan, akan berakibat pada sektor ekonomi kedua negara.Tak hanya itu,pengaruh situasi yang memanas saat ini juga akan berimbas kepada sektor pariwisata.

Sebab, Pemerintah Malaysia bisa saja mengeluarkan larangan berkunjung (travel warning) ke Indonesia. Dekan Fakultas Ekonomi USU ini meminta agar masalah Indonesia Malaysia tidak perlu dibesarbesarkan.

Media diminta tidak mengopinikan seolah-olah semua masyarakat Indonesia menghendaki penyelesaian masalah secara kekerasan. “Di Malaysia orang tidak begitu mempersoalkan seperti di Indonesia. Kita di sini seolah-olah semua orang membenci Malaysia, padahal faktanya hanya segelintir orang yang mau ribut terus,’’ tandasnya.

Memanasnya hubungan antara Indonesia dan Malaysia akhir-akhir ini dinilai tidak berpengaruh negatif bagi ekonomi provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini.Kepala Subdinas (Kasubdis) Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara (Disperindag Provsu) Parlindungan Lubis mengungkapkan, volume ekspor Sumut ke Malaysia maupun impor dari Malaysia ke Sumut masih berjalan normal.

Di tempat terpisah, Kepala Seksi Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan Disperindag Provsu Fitra Kurnia mengungkapkan,pada 2009,Malaysia merupakan negara tujuan utama ekspor Sumut setelah India, Jepang, China, Amerika Serikat (AS), dan Singapura.Pada 2009, nilai ekspor Sumut ke Malaysia tercatat sekitar USD262,27 juta dengan jumlah volume sekitar 378.710 ton. Pada 2010 ini hingga kuartal I (Januari– April), nilainya sudah mencapai USD74,76 juta, dengan volume sekitar 3.170 ton.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular