Nuffnang Ads
SAJIAN KAMI
BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..
Selasa, 5 Oktober 2010
Ketua Polis Negara Indonesia Yang Baru..
KOMPAS.com - Berbagai peristiwa yang mengguncang keamanan saat ini membuat orang menanti-nanti siapa gerangan yang dipilih menjadi Kapolri. Seolah-olah Kapolri baru akan membawa angin segar dan bisa menangani semua permasalahan kepolisian yang dihadapi.
Harapan yang terlalu berlebihan karena hampir tidak ada korelasi langsung antara kepemimpinan Kapolri dan kinerja Polri. Getaran kepemimpinan Kapolri biasanya dirasakan sekitar 100 hari menjabat, setelah itu kembali seperti biasa. Masyarakat pun tidak bisa berbuat apa-apa karena mekanisme proses seleksi yang dianut maupun akuntabilitas kepemimpinan kepala kepolisian tidak melibatkan publik.
Sekarang kita telah mendengar jawaban bahwa ternyata calon yang dipilih adalah Timur Pradopo. Pasal 11 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 menetapkan bahwa pengangkatan dan pemberhentian Kapolri dilakukan oleh Presiden atas persetujuan DPR. Dalam pelaksanaannya, Presiden memilih di antara calon yang diajukan oleh Kapolri atau institusi Polri.
Usulan Kapolri biasanya sudah mencantumkan ”jago” yang dikehendaki Presiden atau disepakati keduanya. Itulah yang kita saksikan mengapa promosi dan kenaikan pangkat Timur terjadi mendadak.
Lebih dari sekadar persetujuan DPR, mekanisme pemilihan Kapolri ternyata mengharuskan kesepakatan sejumlah pemangku kepentingan politik. Tujuannya agar proses persetujuan berjalan mulus. Jika ini yang terjadi, akan semakin memperkuat kenyataan bahwa proses pemilihan Kapolri semakin kental dengan pertimbangan politik.
Inilah keunggulan bangsa kita, mekanisme pengangkatan/pemberhentian Kapolri harus mendapat persetujuan lembaga politik yang justru tidak sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi. Mudah-mudahan mekanisme yang demikian tidak berdampak panjang pada pemilihan kepala kepolisian wilayah dan atau proses penegakan hukum.
Siapa yang tepat?
Siapa yang tepat menjadi Kapolri adalah pertanyaan yang acap dilontarkan. Jawaban saya: siapa saja, sepanjang itu anggota Polri berbintang tiga atau bintang dua yang dibintangtigakan. Sebutlah Imam Sudjarwo, Nanan Soekarna, atau Timur Pradopo. Demikian pula Jusuf, Ito Sumardi, atau Wahyono, bahkan Sutarman atau Oegroseno, misalnya.
Dengan integritas kepribadian dan gaya kepemimpinan masing-masing, mereka berpengalaman menjadi kapolda walau kelakuan dan harta kekayaan yang sebenarnya sukar diungkapkan. Hanya saja, nasib Imam dan Nanan tidak beruntung. Mereka sudah lebih dulu termakan oleh isu-isu yang di-”politisasi”. Timur menjadi kuda hitam, dengan dewi fortuna hinggap di pundaknya.
Apakah Timur pilihan tepat? Biarlah mekanisme politik yang menjawab. Tidak ada alasan dan belum pernah terjadi DPR menolak calon yang diajukan Presiden, kecuali dalam proses ada anggota Dewan yang memiliki kartu truf untuk menolak calon, dengan alasan prinsip seperti korupsi, HAM, kebohongan publik, dan atau cacat moral.
Yang jelas, Timur bukan dipromosi menjadi Kapolda ”RI”, melainkan ”Kepala Negara RI Urusan Kepolisian”. Dia dituntut bukan saja memiliki kepemimpinan yang visioner dan sikap negarawan, melainkan juga peka terhadap setiap masukan publik. Penilaian yang tepat adalah nanti setelah yang bersangkutan menduduki ”kursi” Tribrata Satu: bisa membawa kabar gembira, mengecewakan, atau biasa-biasa saja.
Sistem yang kita anut sekarang belum memungkinkan masyarakat—pemangku kepentingan—ikut berperan dalam proses seleksi kepemimpinan kepolisian. Walau masyarakat yang dilayani berteriak karena tindakan penyalahgunaan kekuasaan atau anak buah menggerutu karena tidak memperoleh dukungan bahan bakar atau biaya operasional yang layak, penilaian keberhasilan ditentukan oleh atasannya.
PENCARIAN DIBLOG INI
Arkib Blog
-
▼
2010
(3899)
-
▼
Oktober
(370)
- Adu ke Polisi Foto Bogilnya di Face Book
- Oknum Polisi Rampok Pabrik Mie
- Berlarian, Dua Pengungsi Pingsan
- 2 penumpang kudung kaki
- Penyanyi Ameng dipenjara dua bulan, denda RM4,000
- Erra Fazira: 'Bohong belaka'
- NAHAS: Pangku bayi atas jalan
- Merapi hambur awan debu 46 minit
- Pemuda Putus Badan Dalam Kemalangan..
- 145 kereta Ferrari dalam sejarah Malaysia..
- Saman JPJ boleh dibayar di Pejabat Pos mulai esok
- Jamaah Asal Medan Wafat Saat Salat
- Enggan Berpindah: Nenek Gigit Kopassus
- Semua jemaah haji Malaysia dijangka tiba 9 Nov.
- GEMPAR: Kemunculan Babi - Anjing Hitam Jadian..
- Banjir Pasang Kapuas Genangi Pontianak
- Ariel: Sudah di Sini, Ya Harus Siap
- Ini Daftar 22 Gunung Api di Atas Normal
- Inilah Daftar Korban Meninggal di Merapi
- Yogyakarta dilanda hujan abu
- Rozita: Tak mahu terikat
- Nabil tak jadi kahwin?
- Rahsia Kejelitaan : Amalan berpantang
- Semangat pemain julang Red Warriors
- Dua beradik melecur diseterika
- Kelantan muncul juara Piala Malaysia
- GEMPAR: Tuyul Ditangkap Warga Grogol Utara
- Tarikh lihat anak bulan aidiladha petang 6 November
- Korban Tewas Mentawai Sudah 413 Jiwa
- 14,000 tiket final Piala Malaysia habis dijual dal...
- Kaki Kakek Keluarkan Air Setengah Timba
- Anak-anak Korban Tsunami Ini Histeris
- Pengungsi Mentawai Kehabisan Makanan
- Bantuan Minim Warga Makan Ubi dan Pisang
- 7 Maut Dalam Kemalangan Di Genting Highlands Dibaw...
- Bersesak tinggal dalam kandang lembu
- Kes Sosilawati: 'Kami bukan tamakkan duit'
- Bas yang membawa rombongan belia..
- 6 terbunuh bas persiaran terbalik
- ANEH: Lima Al Quran Tiba-tiba Muncul di Kamar
- Menteri Agama: Ahmadiyah Harus Dibubarkan
- Gadis ditemui mati dalam beg disahkan mengalami pe...
- Wasiat Mbah Maridjan: Pejabat Korup, Bencana Terus
- SAYU: Dengarlah, Tante Memanggilmu...
- Kes Sosilawati: Mahkamah tangguh semakan kehakiman...
- Pasukan Bola Sepak Ng. Sembilan.....
- Pasukan Bola Sepak Kelantan...
- Korban Tewas Mentawai Hampir 400 Orang
- Gadis Menghilang, Ikut Aliran Sesat
- Sathia 'serang' Jamak
- Merapi Meletus Lagi Jumat Pagi
- Mahkamah batal saman Pemuda Masjid
- Jurukunci bersemadi dalam kubur besar
- MENARIK: Kereta James Bond dilelong RM12.8 juta
- UMP cipta gula daripada habuk kayu
- Ada Anak Membuang Ibunya
- Mahadewi: Tuhan Sudah Murka...
- Eksekutif LHDN dipenjara, didenda RM30,000 kerana ...
- Mayat remaja perempuan ditemui dalam beg pakaian
- Malaysia Tak Ingin Indonesia Tumbuh ??
- AC Mizal diperintah bayar nafkah, denda berjumlah ...
- Pelajar Malaysia bantu mangsa letusan Merapi
- Korban Jiwa Tsunami Mentawai 310 Orang
- Mbah Marijdan Dimakamkan Bersama 22 Jenazah
- Eks Personel Peterpan Jenguk Ariel
- Cinta Ditolak: Gadis Disimbah asid
- Kes Pemain Bola Sepak: Saya keliru, terkejut
- MENARIK: Obes selepas dibuang kerja
- Duit ‘kutu’ lebur Hajar Bee Bee Di Cari..
- Nikmati Kehadiran Layanan Email Islami
- Lereng Merapi Bisa Tenggelam Jika Kubah Lava Runtuh
- Video Selepas Meletusnya Gunung Merapi Di Indonesia
- Anggota Mujahiddin Aceh ditahan ISA
- Mahasiswa Gelar Salat Gaib
- Siapa Pengganti Mbah Maridjan?
- Foto Kerusakan Tsunami Mentawai
- TSUNAMI: Korban 311 Orang
- MENARIK: Indonesia Lebih Korup Ketimbang Malaysia
- Korban Tewas Tsunami Menjadi 164 Orang
- Jenazah mirip Mbah Maridjan sedang sujud ditemui
- Ramai jemaah hilang beg sandang
- Senarai pelajar Malaysia dipindahkan
- Ini Alasan Gaston Tergila-gila Jupe
- Siapa Sebenarnya Mbah Maridjan?
- Inilah Rincian Sementara Korban Bencana Mentawai
- Pemain Bolasepak Ng. Sembilan tuntut jaga anak
- Juru Wang: Sorok RM1.5 juta dalam beg boling
- Penyokong kecoh harga tiket naik
- 113 maut, 502 hilang disapu tsunami di Sumatera
- Sultan Belum Mengetahui Nasib Mbah Maridjan
- Gunung Merapi mula meletus, 20 cedera kena debu panas
- Ini Dia Foto Miyabi "Shooting" di Indonesia
- 103 Warga Mentawai Belum Ditemukan
- FAM akur, Sathia 'dibebas'
- Persiapan Pasukan Bola sepak Ng. Sembilan
- Janda 5 Anak Copet 2 Berlian Calon Haji
- Dua Desa di Mentawai Diterjang Tsunami
- Gempa 7,2 Skala Richter Guncang Mentawai
- Usai Merampok, Rekam Adegan Mesum Korban
- Shah Kirit Govindji Tokoh Muslim Malaysia 2010
-
▼
Oktober
(370)
