Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Sabtu, 9 Oktober 2010

Pulanglah Cut, Ibu Rindu…

( Foto hiasan )


MEDAN:--“Pulanglah nak, ibu sangat merindukanmu. Kenapa harus meninggalkan ibu demi lelaki yang baru kau kenal. Sudah tiga bulan ibu tak bisa memelukmu. Di mana kau putri kecilku. Wajah polosmu selalu menghantui pikiran ibu. Pulanglah nak, ibu dan bapak tak pernah marah dan menentang apapun keputusanmu,” kata Ani Marlina (42), ibu Cut, sambil menangis.

Ditemui di rumahnya Jl. Puskesmas I, Medan Sunggal, wajah Ani tampak terlihat kusut dan gusar. Itu karena sudah tiga bulan dia tak bertemu buah hatinya, Cut Miniati Prandari (16). Ya! Cut menghilang sejak 6 Juli silam. Ani menuduh Abdul Pupung yang membawa putrinya kabur. Pupung memang tiap bulan menagih angsuran sepedamotor ke rumahnya.

Dijelaskan ibu korban, selain menagih angsuran sepedamotor, Pupung juga sering datang ke rumahnya yang ternyata ingin mendekati putrinya. Dan ujung-ujungnya Pupung sering membawa Cut ke luar rumah, dan baru pulang saat malam telah larut. Dan terakhir, 6 Juli silam, saat Cut sedang PKL di Dinas Jasaraharja di Jl. Gatot Subroto, Pupung menjemput Cut.

“Setelah itu putri saya tak pernah lagi kembali ke rumah. Dan Sampai sekarang kami tak tahu di mana putriku dan bagaimana kabarnya. Kami sudah mencari ke mana-mana, tak juga ditemukan. Kami juga sudah tanya orang tua Pupung, tapi mereka mengaku tak tahu,” kata Ani.

Kecewa, Rabu siang (6/10), Ani dan suaminya melaporkan kasus hilangnya Cut ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumut.

“Pupung sering datang ke rumah melihat Cut. Tapi Cut tak begitu perduli. Entah apa yang membuat Cut menuruti semua perkataan Pupung. Tapi setiap ditolak, Pupung mengancam akan bunuh diri. Pupung pernah menyayat nadinya di depan Cut. Selain itu Pupung juga pernah akan menabrakkan dirinya untuk mendapatkan hati Cut,” beber Ani yang mengaku pernah melihat langsung Pupung memecahkan gelas di rumahnya.

“Waktu Pupung memecahkan gelas saya saya langsung datangi Pupung yang duduk di ruang tamu dengan putri saya. Ketika ditanya kenapa Pupung berlaku kasar, Pupung tak menjawab,” sambungnya.

Merasa ada yang aneh, Ani mengadu kepada suaminya Hasan soal tingkah laku Pupung. Tapi rupanya Pupung tak terima.

“Lantas pagi harinya Cut diantarkan oleh bapak ke tempat PKL. Tapi sore itu pas bapaknya jemput, kata orang kantor, jam 3 siang tadi Cut sudah pulang lebih awal. Meski sempat was-was, kami pikir dia main dengan temannya. Tapi selang sehari, dua hari, Cut tak juga pulang sampai sekarang,” ujarnya saat ditemui di kantor KPAID.

Pernah memang orang tua Pupung memberitahukan keberadaan Cut dan Pupung, yang katanya tinggal di rumah nenenya di daerah Kota Tebing Tinggi, Ani tetap kecewa karena setelah ke sana tak juga menemukan putrinya itu. Merasa di bola-bola, Ani dan suaminya kembali mendatangi rumah orangtua Pupung, Abdul Hamid di Jl. Binjai Km 10. Dan orang tua Pupung mengaku tak tahu lagi di mena keberadaan Cut.

Dengan perasaan putus asa, Ani dan suaminya mendatangi paranormal untuk dapat mengetahui di mana keberadaan putrinya. “Berbagai usaha sudah kami lakukan, sampai ke paranormal. Tapi putriku tak juga kembali, apa yang harus kuperbuat lagi. Kurasa semua ibu pasti akan merasakan hal yang sama, tak ada enaknya saat harus kehilangan buah hatinya,” sesal Ani.

Sementara itu Muslim Harahap SH, Pokja Pengaduan dan Fasilitasi Pelayanan KPAID Sumut, berjanji akan menindak lanjuti kasus hilangnya Cut. Muslim juga meminta kepada pihak kepolisian agar merubah pasal yang dikenakan pada Pupung.

“Bukan pasal 332 KUHP Pidana, melainkan pasal 83 KUHP Pidana yaitu menculik untuk kepentingan diri sendiri dan untuk dijadikan istri. Karena dalam hal ini Ani berhak menuntut Pupung, membawa kabur anaknya masih di bawah umur,” kata Muslim.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular