Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Isnin, 4 Oktober 2010

Indonesia Tingkatkan Palayanan Pelayaran Selat Melaka



REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Indonesia akan meningkatkan pelayanan lalulintas pelayaran di Selat Malaka, kata Ketua Delegasi Indonesia dalam 'The Tripartite Technical Experts Group' antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura Kemal Heryandri. "Indonesia akan meningkatkan pelayanan lalu lintas pelayaran di Selat Malaka sesuai standar yang telah ditentukan oleh Intenational Maritime Organization (IMO)," katanya di Yogyakarta, Senin.

Ia mengatakan, Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting dan terpadat di dunia sekaligus jalur yang paling rawan kecelakaan dan rentan terjadi pembajakan. "Jika Indonesia tidak memenuhi standar pelayanan lalu lintas pelayaran yang telah ditetapkan ataupun terjadi insiden di teritorial Indonesia, tentunya akan mendapat teguran dari IMO," katanya.

Karena itu, menurut dia, nama baik dan kapabilitas Indonesia dipertaruhkan di Selat Malaka, terlebih lagi luas perairan Indonesia di Selat Malaka merupakan yang terluas dibandingkan Malaysia dan Singapura. "Meskipun selama ini tidak ada permasalahan berarti di Selat Malaka, ketiga negara yang memiliki daerah teritorial di selat tersebut tetap harus siaga," katanya.

Ia mengatakan, permasalahan yang dibahas dalam forum tersebut tidak terbatas pada masalah keamanan dan keselamatan pelayaran di Selat Malaka, tetapi juga membahas masalah pencemaran lingkungan yang rentan terjadi di selat tersebut. "Selat Malaka selalu ramai akan kapal-kapal tanker pengangkut minyak sehingga rentan terjadi pencemaran lingkungan jika kapal-kapal tersebut mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kebocoran minyak," katanya.

Menurut dia, tiga negara pemilik Selat Malaka bertanggung jawab untuk melayani lalu lintas pelayaran di selat tersebut sesuai bats teritorial masing-masing. The Tripartite Technical Experts Group (TTEG) merupakan forum dialog tahunan yang mempertemukan Indonesia, Malaysia, dan Singapura sebagai pemilik Selat Malaka untuk mendiskusikan masalah keamanan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di selat tersebut. Pada 2010 Indonesia menjadi tuan rumah TTEG ke-35 yang diselenggarakan di Yogyakarta, 4-8 Oktober 2010.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular