KOTABARU, KOMPAS.com - Niat Nor Hasan (42) mempersunting Lili berujung maut. Buruh lepas PT Sebuku Tanjung Coal ini dibantai teman sekerjanya yang juga suami Lili, Misransyah alias Riyan, di Jalan Raya Stagen, Kotabaru, Minggu (3/10/2010) sekitar pukul 17.30 Wita.
Informasi diperoleh, perkelahian antara Hasan dan Riyan tersebut bermula dari niat Hasan ingin menikahi istri Riyan, Lili. Sepengetahuan Hasan, Riyan dan Lili sudah bercerai.
"Memang Lili sudah lama tidak berkumpul dengan Riyan, sekitar setahun. Tapi mereka belum resmi cerai, karena belum ada surat resmi dari kantor agama," ujar Kasatreskrim AKP Roy Satya Putra, Senin (4/10/2010).
Riyan sangat tersinggung atas kelancangan Hasan mau mempersunting istrinya tersebut. Saat bertemu, Riyan langsung memarahi Hasan. Perang mulut pun terjadi, tapi tidak sampai terjadi kontak fisik.
Rupanya api dendam di hati Riyan masih belum padam. Di suatu kesempatan, Riyan menyerang Hasan. Duel satu lawan satu terjadi di tengah jalan raya.
"Duelnya terjadi di Batas Kota, Stagen. Saat Hasan mau mengendarai sepeda motor, Riyan datang. Riyan langsung menyerang Hasan," ujar Roy.
Perkelahian itu tidak seimbang. Pasalnya Riyan membekali diri dengan senjata tajam jenis belati, sedangkan Hasan tidak membawa senjata tajam.
Warga dan rekan sekerja Riyan-Hasan tidak berani menghentikan perkelahian tersebut. Mereka takut menjadi korban salah sasaran. Pasalnya, Riyan sangat brutal menyerang Hasan.
Menurut keterangan saksi mata kepada petugas, pertama kali Riyan berhasil melukai bagian perut Hasan. Luka itu membuat Hasan sempoyongan.
Dalam kondisi terluka, Hasan masih bisa berlari untuk menyelamatkan diri dari amukan Riyan. Tapi Riyan tidak mau tinggal diam. Dia terus memburu Hasan dan akhirnya Hasan berhasil dikejar.
Kali ini Riyan tidak memberi ampun lagi. Dia berkali-kali menghujamkan belati yang ada di tangannya ke tubuh Hasan. Setidak ada tiga mata luka yang sangat parah di tubuh Hasan, yakni di leher, perut dan dada. Khusus di dada, mata belati menembus jantung Hasan.
Melihat Hasan terkapar bermandikan darah, Riyan langsung kabur. Bersamaan itu, warga dan rekan Riyan-Hasan melarikan Hasan ke rumah sakit umum. Namun nyawa Hasan tidak bisa tertolong.
"Sampai saat ini Riyan masih dalam pengejaran anggota buser," ujar Roy.
