
Liputan6.com, Medan: Setelah bertahan selama dua pekan dirawat di Rumah Sakit Pirngadi, Medan, Sumatra Utara, Arina Fairuz wanita asal Labuhan Batu Selatan yang dibakar suaminya hidup-hidup, akhirnya meninggal dunia. Suasana duka Selasa (5/10) pagi pun terlihat menyelimuti kediaman orangtua Arina di Jalan Sentosa Lama, Medan, tempat jenazah Arina disemayamkan. Ratusan pelayat yang hadir juga tampak berduka dengan kepergian wanita malang ini.
Keluarga korban sangat terpukul oleh kejadian yang menimpa wanita cantik berusia 30 tahun tersebut. Mereka berharap aparat kepolisian dapat menegakkan keadilan dan menghukum berat Ngertiken Sembiring, suami korban, sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Seperti diberitakan sebelumnya, Arina dibakar suaminya pada tanggal 19 September lalu hanya karena dirinya terlambat menyiapkan makanan. Saat itu Arina telat memasakkan udang untuk suaminya. Entah setan apa yang merasukinya, sang suami langsung menyeret korban ke kamar dan mengikat tangan dan kakinya. Tidak berhenti sampai disitu, suami korban langsung menyulut api di bagian kakinya dan langsung menjalar ke sekujur tubuh.
