JAKARTA-Kecelakaan itu sudah berlalu sepekan, tepatnya Minggu (22/1/2012) bertemu Minggu (29/1/2012). Kendati begitu, ibunda Afriyani masih belum dapat melupakan kejadiaan itu.
Ibu Hannah, seorang jemaah majelis talim yang turut tahlilan semalam menuturkan, Yurneli masih syok berat.
"Ibu Neli masih syok berat. Tadi waktu saya datang, dia nangis-nangis," ujar Ny Hannah, salah seoraang jemaah yang mengikuti tahlilan di kediaman Afriani, Minggu (29/1/2012) malam.
"Ibu belum berani keluar kamar, dia masih tiduran di kamar," kata Hannah.
Seorang sepupu Afriyani, yang dikenal dengan panggilan Kakek menuturkan hal senada. Menurutnya, Yurneli masih belum belum berani tampil di hadapan orang banyak.
Disuatu pertemuan -Laki-laki yang sering disapa Kakek, sepupu Afriyani, menuturkan tentang sosok Afriyani Susanti.
Anak kedua dalam keluarga mendiang H Susant- Yurneli itu, sesungguhnya sudah lihai menyetir.
"Sejak SMA dia sudah bisa nyetir. Dan dia punya SIM, jadi tidak betul kata polisi dia tidak punya SIM," ujar Kakek.
Sebagai bukti, pihak keluarga sudah menyerahkan SIM lama, SIM yang masa berlakunya sudah lewat alias SIM mati kepada polisi. SIM pertama mati 2003.
"SIM baru pun ada, cuma hilang bersama tas saat kejadian dari dalam mobil. Kami sudah cek ke Polda, SIM-nya masih berlaku," kata dia yang diamini seorang perempuan yang mendampingi Kakek, namun tak bersedia dikutip namanya.