Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Ahad, 18 April 2010

Wartawan TV Indonesia Serah Motosikal Biayai Hospital

( Foto hiasan )



BOGOR, KOMPAS.com - Gara-gara belum mampu melunasi kekurangan biaya operasi caesar dan perawatan istrinya, Dewi Asriana (30), wartawan salah satu stasiun radio, Andi Akbar (31), terpaksa menyerahkan motor Yamaha Mio-nya ke Rumah Sakit Azra, Bogor, Minggu (18/4/2010) pagi.

Sebelumnya, Dewi harus menjalani operasi caesar kelahiran anak mereka, Senin lalu. Pascaoperasi, kondisi Dewi kurang bagus sehingga harus dirawat di ICU rumah sakit tersebut. Sementara istrinya masih dalam perawatan, Kamis, Andi membawa pulang anaknya yang diberi nama Andi Farah.

Total biaya operasi dan perawatan yang harus dibayar Andi mencapai Rp 27,5 juta, tapi Andi baru bisa membayar biaya Rp 16,5 juta.

”Kami memaksa pulang sebab biaya di rumah sakit makin besar. Sudah di luar kesanggupan saya untuk segera membayarnya. Selain itu, istri sudah ingin bertemu anak kami. Sejak lahir, keduanya belum pernah bertemu,” tutur Andi Akbar, Minggu.

Andi menuturkan, Dia tidak menduga istrinya harus menjalani operasi caesar sehingga biaya kelahiran putra kedua mereka sangat besar. Dia membawa Dewi ke rumah sakit untuk kontrol kandungan ke dokter. Selain kontrol rutin, kali itu Dewi mengeluh mengalami sesak napas.

Ternyata, hasil pemeriksaan dokter menyatakan, paru-paru Dewi terendam banyak air. Dokter kandungan mengharuskan bayi yang dia kandung segera dikeluarkan untuk keselamatan ibu dan anak. Pada Senin siang Dewi menjalani bedah caesar.

Bayi itu lahir selamat dengan berat 3,8 kilogram. Namun, kondisi Dewi kurang bagus sehingga dari ruang operasi dia langsung dimasukkan ke ruang ICU.

”Usia kandungan istri baru 38 minggu, belum cukup bulan. Ternyata harus operasi dan masuk ICU pula. Uang yang sudah saya siapkan untuk keperluan melahirkan tidak cukup,” tutur Andi.

Dua hari di ruang ICU, Akbar melihat kesehatan Dewi sudah pulih. Keduanya meminta agar Dewi dirawat di ruang rawat biasa untuk pemulihan. Namun, rumah sakit tak mengabulkan.

”Dokter bilang, masa kritis ibu dengan kasus melahirkan seperti istri saya adalah tiga hari. Malah dokter anestesi-nya mengatakan, ada pasien kondisinya seperti istri saya, hari pertama dan kedua pascaoperasi sudah tertawa-tawa, tapi hari ketiga mati. Penjelasan itu membuat kami ketakutan,” kata Andi.

Menurut dia, keputusan mengeluarkan Dewi dari ICU karena tidak akan sanggup membayar biaya perawatan. Lagi pula, menurut dokter, obat untuk mengeluarkan cairan dari paru-paru Dewi bekerja dengan baik. Andi lalu meminta Dewi dirawat di kamar VIP B.

”Saya pilih ruang rawat VIP yang paling murah agar tetap dekat dengan ICU. Kalau ada apa- apa, bisa segera dibawa ke situ,” katanya.

Hari Jumat, Akbar menghubungi manajemen rumah sakit untuk membawa istrinya pulang, tapi mereka tidak mengabulkan karena khawatir Akbar yang baru membayar Rp 14 juta akan ngemplang.

Usahanya dengan menyebut lembaga tempatnya bekerja dan menyerahkan kartu identitas agar rumah sakit bisa mengecek ke kantor tempatnya bekerja sia-sia karena RS Azra menolak melakukannya. Padahal, Akbar akan menyerahkan motornya dan membuat pernyataan melunasi kekurangannya Senin ini.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular