
Liputan6.com, Serang: Kadi, tega membongkar makam sang anak karena rasa sayang yang berlebihan, Kamis (11/11). Bahkan, tulang belulang sang anak Sugiri, kerap dibawa ke mana pun ia pergi seperti bertani dan keliling kampung siang maupun malam hari.
Diketahui, Kadi mengalami gangguan jiwa enam tahun silam, semenjak Sugiri tewas akibat tersengat listrik saat menumpang kereta api listrik. Kadi bahkan sempat tidur selama setahun di makam sang anak di Kampung Bendo, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Serang, Banten.
Wati, sang anak, mengakui jika bapaknya sangat sayang terhadap adik bungsunya itu. Kadi diduga mendapatkan bisikan gaib dan nekat membongkar makam sang anak pada 2006 lalu.
Aparat desa dan kepolisian telah berusaha membujuk Kadi untuk menguburkan kembali tulang anaknya itu. Namun, Kadi menolak dan kerap mengejar orang menggunakan sebilah golok.
