
Liputan6.com, Dompu: Sejumlah mahasiwa di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menuntut pemerintah menyelidiki kematian Dahlia. Karena, kematian tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Jala, Kecamatan Huu, Dompu, itu dinilai tidak wajar. Tuntutan ini disampaikan mahasiswa saat berdialog dengan Bupati Dompu Syaifurrahman Salman, Sabtu (20/11).
Dahlia binti Jamaludin meninggal 10 Oktober silam. Ia diduga tewas akibat dianiaya majikannya. Padahal, Dahlia baru dua bulan mengadu nasib di Arab Saudi.
Meski meninggal Oktober, jenazah Dahlia baru tiba di Dompu, 15 November silam. Menurut keluarga, kondisi jenazah korban amat memprihatinkan. Selain banyak luka lebam, organ dalam dan bola mata Dahlia juga tidak ada. Hal inilah yang memicu kecurigaan keluarga jika korban meninggal secara tidak wajar [baca: Banyak Warga Dompu Bernasib Seperti Sumiati].
