Amir Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI), Abdul Basyd (tengah), mengemukaan pendapatnya dalam acara rapat dengar pendapat Komisi VIII, dengan JAI, di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (16/2/2011). Meluasnya pertentangan dan persilangan pendapat tentang keberadaan Ahmadiyah, membuat DPR mencoba untuk mencari solusi damai untuk menyelesaikan masalah tersebut.JAKARTA:-- Amir Nasional Pengurus Besar Ahmadiyah Abdul Basit mengatakan tidak mudah menjadi seorang jemaah Ahmadiyah. Calon jemaah yang memiliki moto "Cinta Kepada Semua Orang dan Tidak Ada Kebencian Pada Siapapun Juga" harus memenuhi sepuluh syarat bai'at yang sudah ditetapkan oleh pendiri Ahmadiyah. Berikut 10 syarat Bai'at tersebut:
1. Di masa yang akan datang jika masuk kedalamku akan selalu senantiasa menjauhi syirik.
2. Akan senantiasa menghindarkan diri dari segala corak bohong, zina, pandangan birahi terhadap bukan muhrim, perbuatan fasik, kejahatan, aniaya, khianat, mengadakan huru hara dan memberontak. Serta tidak akan dikalahkan oleh hawa nafsunya meski pun bagaimana kuat dorongan kepadanya.
3. Akan senantiasa mendirikan salat lima waktu semata-mata karena mengikuti perintah Allah Taala dan Nabi Muhammad Rasulullahualaihiwasalam. Dan senantiasa dengan sekuat tenaga mendirikan shalat tahajud, dan mengirimkan salawat kepada junjungannya Yang Mulia Nabi Muhammad Rasulullahualaihiwasalam. Dan memohon ampun dari kesalahan dan mohon perlindungan dari dosa. Agar ingat setiap saat kepada nikmat-nikmat Allah, lalu mensyukurinya dengan hati tulus dan memuji serta menjunjungnya dengan hati penuh kecintaan.
4. Tidak akan mendatangkan sesat apapun yang tidak pada tempatnya. Terhadap mahkluk Allah umumnya, dan kaum muslimin pada khususnya.
5. Akan tetap setia kepada Allah baik dalam segala keadaan susah atau senang, duka atau suka, nikmat atau musibah, pendeknya akan rela dengan keputusan Allah Taala. Dan senantiasa akan bersedia senantiasa menerima segala kehinaan dan kenistaan di jalan Allah. Tidak akan memalingkan mukanya dari Allah Taala ketika ditimpa suatu musibah. Bahkan akan terus melangkah ke muka.
6. Akan berhenti dari adab yang buruk, dan hawa nafsu, serta benar-benar menjunjung tinggi perintah Al Quran suci di atas dirinya. Kiriman Allah Taala dan sabda rasulnya itu akan menjadi pedoman dalam setiap langkahnya.
7. Meninggalkan takabur dan sombong. Akan hidup dengan merendahkan diri, beradab lemah lembut, berbudi pekerti yang halus, dan sopan santun.
8. Akan menghargai agama, kehormatan agama, dan mencintai Islam lebih daripada jiwanya, hartanya, anak-anaknya dan segala dari yang dicintainya.
9. Akan selamanya menaruh belas kasihan terhadap mahkluh Allah umumnya dan akan sejauh mungkin mendatangkan faedah kepada umat manusia dengan kekuatan dan nikmat yang dianugerahkan Allah Taala kepadannya.
10. Akan mengikat tali persaudaraan dengan hamba ini yaitu Imam Mahdi semata-mata karena Allah Taala dengan pengakuan taat dalam al ma'ruf. Dan akan berdiri di atas perjanjian ini hingga mautnya. Dan menjunjung tinggi ikatan perjanjian melebihi ikatan duniawi, baik ikatan keluarga, ikatan persahabatan atau pun ikatan kerja.
