Pemain Timnas Indonesia U-23 berdoa di makam Bung Karno di Kota Blitar, Minggu (7/8).
BLITAR - Guna mengobarkan semangat, pemain Timnas U-23 didampingi ofisial dan pelatih, diajak ziarah ke makam Presiden RI pertama, Ir Soekarno (Bung Karno) di Kota Blitar, Minggu (7/8). Menurut catatan wartawan, ini pertama kali — setidaknya di era sepak bola profesional— timnas berziarah ke makam Bung Karno.
Kedatangan pemain timnas yang berseragam Merah Putih ini tak pelak mengundang perhatian para peziarah lainnya. Bahkan, tatkala rombongan turun dari bus, masyarakat langsung meneriakkan yel-yel. Warga juga memanfaatkan momen itu untuk foto bersama pemain.
Pemain timnas berangkat dari pemusatan latihan di Kota Batu dengan menumpang satu bus. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam, rombongan tiba di makam ayah mantan presiden Megawati itu sekitar pukul 15.30 WIB.
Selain diikuti para pemain, pelatih dan asistennya juga ikut, di antaranya, Rahmad Darmawan, Aji Santoso, dan Widodo C Putra. Sampai di lokasi makam, mereka terlihat antusias lalu mengheningkan cipta sebagai penghormatan kepada arwah Bung Karno. Setelah itu, rombongan langsung duduk bersimpuh di depan makam, mendoakan arwah Bung Karno.
Kegiatan ini dipimpin langsung juru kunci. Mereka terlihat khusyuk berdoa di makam, mendoakan mantan Presiden pertama RI itu.
“Nggak ada apa-apa, cuma biar menambah spirit. Kalau kita bisa mengingat perjuangan beliau (Soekarno), maka semangat kita sebagai generasi muda kian berkobar,” ujar Yongki Ariwibowo, striker timnas yang sekaligus kapten tim.
Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, mengatakan, kegiatan ini hanya refreshing setelah berlatih di Batu. Saat ada waktu libur sebentar, pemain mendadak diajak ke makam Bung Karno. Selain tempatnya dekat dari Batu, juga ada nilai ritual dan perjuangan.
“Beliau (Soekarno) itu Presiden pertama. Mereka biar tahu di mana sih makamnya Presiden Pertama Bangsa Indonesia itu. Setelah tahu, mereka harus kagum dengan perjuangannya. Dengan begitu, itu akan memacu semangat,” terangnya.
Manajer Timnas, Roso Daras, melihat sosok Soekarno dari segi kecintaan Sang Proklamator dalam bermain sepak bola. Dulu, menurutnya, Soekarno adalah seorang pemain sepak bola andal. Jika bermain, ia selalu menempati posisi striker. Diharapkan, setelah pemain ditunjukkan makam Bung Karno, mereka terinspirasi. Pendeknya, ziarah ini untuk ngalap (memetik) spirit Bung Karno.
