Jakarta - Polisi mengantisipasi kemungkinan terburuk dala laga final leg kedua Indonesia menghadapi Malaysia di GBK Senayan. Polisi menyiapkan sejumlah pengamanan untuk mengantisipasi rusuh akibat ulah suporter.
Pantauan detikcom, Rabu (29/12/2010) dalam gelar pasukan itu, anggota kepolisian dari Brimob, Samapta hingga Reskrim dan anjing pelacak dijejer mengitari hampir seperempat stadion. Petugas juga menyiapkan 18 ambulans dan 3 mobil pemadam kebaran untuk antisipasi ricuh.
"Antisipasi penonton yang tidak bisa masuk, kita juga sudah pasang 2 layar lebar," kata Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar (Kombes) Hamidin usai apel pasukan di pintu I, GBK, Senayan.
Polisi juga akan menyita penonton yang membawa alat pemancar sinar laser. Selain itu, penonton juga dilarang membawa petasan, kembang api, senjata tajam dan minuman keras.
"Kalau kedapatan, akan kita ambil, orangnya kita tanya di posko. Nanti selesai bisa diambil," kata Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar (Kombes) Hamidin usai apel pasukan di pintu I, GBK, Senayan.
Menurut Hamidin, petugas polisi yang diterjunkan tidak kurang dari 10.000 orang. 5.000 berada di lingkungan dalam stadion, sebagian lagi disebar diluar stadion.
"Sampai sejauh ini kita belum menemukan tiket palsu. Anggota nanti juga akan membantu petugas tiket supaya tidak ada penonton tidak bertiket. Karena kapasitas stadion hanya 80.000 penonton," ucap Hamidin.
