Syafira (3) sedang tertidur pulas usai menjalani operasi mengeluarkan siswa paku di tubuhnya, Selasa (15/11/2011).PAREPARE — Sarifa Hamsiah, ibu kandung bocah berpaku Syafira (3), kini sudah mulai tersenyum setelah tim dokter dari RSUD Andi Makkasau Parepare berhasil mengeluarkan dua paku terakhir yang bersarang di tubuh anaknya itu.
Namun, Syafira, dalam tiga bulan ke depan akan mendapatkan pantauan dari tim dokter yang merawatnya. Spesialis bedah rumah sakit setempat, dr Kamaruddin, mengatakan, akan tetap memantau perkembangannya.
"Kalau nantinya ada paku lagi, maka giliran polisi yang mengambil tindakan. Ini bukan santet dan tak mungkin paku-paku itu tumbuh dengan sendirinya dalam tubuh," kata dr Kamaruddin.
Sebelumnya, pihak dokter yang mengoperasi Syafira berhasil mengangkat 26 logam yang menyurupai paku dengan berbagai ukuran, dari kedua betis Syafira. Namun, beberapa hari kemudian, tim dokter setempat kembali menemukan dua logam lainnya, yang menyerupai paku di betis kiri, dan satu logam kecil mirip jarum suntik di punggung anak Sarifah Hamsyiah tersebut.
Syafira sempat dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo untuk menjalani CT-scan. Hal itu dimaksudkan untuk memastikan berapa jumlah logam sebenarnya yang tertinggal di tubuh Syafira. Mengingat alat CT-scan di RSUP Wahidin Sudirohusodo lebih lengkap ketimbang RSUD Andi Makkasau Parepare.
