Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Ahad, 21 Mac 2010

Banjir Melanda Wilayah Kabupaten Bandung

Salah satu kawasan pemukiman di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, tergenang banjir dengan ketinggian hingga 3 meter akibat meluapnya Sungai Citarum. Kemarin banjir semakin meluas hingga merendam 14 kecamatan.



BANDUNG(SI) – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Bandung akibat luapan Sungai Citarum dan anak-anak sungainya,dalam beberapa hari terakhir ini terus meluas. Sedikitnya 14 kecamatan terendam banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak Jumat (19/3) malam hingga kemarin.

Banjir juga menyebabkan sejumlah ruas jalan terputus, dan sejumlah desa terisolir, dengan rata-rata ketinggian banjir mencapai 50 cm hingga tiga meter.

Namun belum ada laporan timbulnya korban jiwa atas musibah ini. Selain masih menggenangi Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot, kemarin banjir serupa meluas hingga Kecamatan Pameungpeuk, Bojongsoang, Solokanjeruk, Majalaya, Ibun, Paseh, Margahayu, Rancaekek, Cileunyi, termasuk Kecamatan Banjaran, Cangkuang dan Kecamatan Katapang. Jalan Raya Dayeuhkolot-Banjaran terputus.Puluhan kendaraan roda dua dan empat banyak yang mogok akibat terendam.

Arus lalu lintas dialihkan melalui Bojongsoang- Baleendah sehingga mengakibatkan kemacetan sekitar 4 km dari arah Jalan Terusan Buahbatu, Kota Bandung,menuju Baleendah, begitu pun sebaliknya. Beberapa kampung juga terisolir.

Bahkan Kampung Cigosol RW 19 Kelurahan Andir,tak bisa ditembus perahu sekali pun sebab lebar jalan berupa gang hanya 50 cm dan terhalang atap-atap rumah dengan ketinggian air mencapai tiga meter.

”Terpaksa kami harus menggunakan pelampung ban ditarik pakai tambang untuk proses evakuasinya. Sekitar pukul 12.00 WIB, kami berhasil mengevakuasi seorang nenek berusia 60 tahun bersama satu anak serta tiga cucunya yang terperangkap di dalam rumah,” ungkap Asep Ikbal, anggota Tim Rescue Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kabupaten Bandung.

Asep menambahkan,pihaknya juga mengevakuasi ibu hamil yang sedang sakit di Kampung Cigosol untuk dilarikan ke rumah sakit. Bahkan di Kampung Mulyasari, Kelurahan Baleendah, tepatnya di depan Posko RW 09,timnya pun berhasil mengevakuasi seorang ibu hamil yang mau melahirkan dan segera dilarikan ke rumah sakit bersalin.

”Sementara di Kampung Cieunteung, ketinggian air mencapai 3,5 meter, sebab atap rumah warga semuanya hampir terendam air,”kata Asep.

Data terakhir dari Kecamatan Baleendah, rumah terendam banjir di Kelurahan Andir mencapai 3.251 kepala keluarga (KK), sedangkan di Kelurahan Baleendah 844 KK, dengan total korban banjir keseluruhan mencapai 15.732 jiwa.

Jumlah pengungsi di beberapa posko penanggulangan banjir keseluruhan berjumlah 2.862, ketinggian air di Kelurahan Andir mencapai 1-1,5 meter dan Kelurahan Baleendah 1,7-3 meter. Camat Baleendah Usman Sayogi mengatakan, banjir di Baleendah kali ini merupakan yang ke-50 kalinya dan menjadi kali kedua terparah sejak 19 Februari lalu atau menjadi kali keempat banjir besar di Baleendah.

Banjir besar pertama terjadi 29 Januari, kedua pada 7 Februari, ketiga 19 Februari, dan keempat kalinya 20 Maret.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular