Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Sabtu, 3 Julai 2010

Tabong Gas Meletop: Suri Rumah Guna Dapur Tradisional



MADIUN--MI: Banyaknya peristiwa ledakan tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram membuat sebagian masyarakat di Kabupaten Madiun resah. Mereka memilih kembali menggunakan kayu bakar untuk keperluan memasak.

Salah satunya, Nurul Mutofiah, 32, warga Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Ibu rumah tangga ini mengaku takut menggunakan kompor gas gratis dari pemerintah tersebut.

Meski ia sudah menerima kompor gas ukuran 3 kilogram tersebut, namun tidak lagi menggunakannya. "Saya takut, kalau meledak. Lebih baik menggunakan kayu bakar untuk memasak di dapur. Selain lebih aman, kayu bakar mudah didapat dan tidak perlu membeli. Yang penting mau mencarinya di hutan," ujarnya.

Ia mengatakan, saat menerima kompor gas satu tungku bersama tabung ukuran 3 kilogram dari Pertamina tahun lalu, dirinya tidak pernah diberitahu cara menggunakannya. Ia juga tidak bisa membedakan tabung gas yang asli dengan yang palsu.

"Karena itulah, saya berhenti menggunakan gas untuk memasak. Tabung dan kompor gas pembagian itu saya berikan kepada saudara," imbuh Nurul.

Hal senada dikatakan Siti Maryam, warga Sukolilo, Jiwan. Menurutnya, untuk keperluan memasak, ia lebih suka menggunakan kompor minyak tanah atau kayu bakar. Meski harga minyak tanah saat ini mencapai Rp 8 ribu per liter, namun penggunaannya lebih aman.

"Kadang-kadang saya menggunakan kayu bakar untuk memasak. Tetapi, sehari-hari saya menggunakan minyak tanah. Biar mahal sedikit, tapi aman," terangnya.

Saat ini, masyarakat berharap pemerintah memperketat pengawasan terhadap pendistribusian tabung gas, terutama ukuran 3 kilogram. Selain itu, produsen tabung gas yang tidak memenuhi standar keamanan harus ditindak tegas.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular