Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Jumaat, 3 Disember 2010

Mati Setelah 4 Tahun Tinggal di Gua

(Foto hiasan)



KOMPAS.com- Benediktus Wangge Meto (33) dikenal sebagai penghuni gua peninggalan tentara Jepang di Kelurahan Penfui, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dia mulai menghuni gua sejak tahun 2006, dan kemarin dia ditemukan meninggal. Jazadnya telah membusuk.

Oleh masyarakat sekitar, pria kurang waras itu dikenal sebagai pendatang dari Ende, Pulau Flores. Dia hidup sendirian sejak datang dari Ende dan menetap di Kupang tahun 2004.

Ketika itu korban masih sehat, tetapi setelah 2 tahun kemudian dia mulai menderita sakit, kurang waras atau gila. "Tahun 2004 korban masih bekerja sebagai buruh bangunan. Tetapi kemudian sakit-sakitan, dan memilih berhenti bekerja, kemudian menetap di dalam gua peninggalan tentara Jepang, di belakang Kampus Universita Nusa Cendana, Kupang," kata Minggus Tulit, warga Dusun Matani, Kelurahan Penfui, di Kupang, Sabtu (4/12/2010).

Saat menjadi penghuni gua itu, Meto akhirnya mengalami sakit, kurang waras. Dia berteriak, menyanyi dan mencari makan sendirian. Lokasi gua itu agak terpencil dari pemukiman warga.

Minggus menduga, Meto mengalami stres dan tekanan bathin akibat kesulitan biaya hidup di Kota Kupang sampai menjadi gila. Di Kupang, dia diduga tidak memiliki anggota keluarga. "Kalau ada anggota keluarga biasanya mereka membantu. Atau ada, tetapi korban tidak mau datang bertemu keluarga sejak tiba di Kupang sehingga anggota keluarga tidak tahu," kata Minggus.

Jenazah Meto akhirnya dievakuasi polisi. Hasil visum menunjukkan, korban tidak mengalami tanda tanda tindak kekerasan, sebelum meninggal. Jenazah korban dimakamkan di Kupang.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular