Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Isnin, 10 Januari 2011

Gadis Muda Ini Jadi Pelaku Gendam




MALANG, KOMPAS.com — Orang yang suka melamun konon lebih mudah diperdaya pelaku kejahatan gendam (hipnotis). Apa yang menimpa Yanuar Firmansyah (20) bisa dijadikan pelajaran. Saat melamun sambil menunggu kerabat di Stasiun Kota Baru, Malang, Senin (10/1/2011), ia menjadi korban gendam oleh perempuan usia muda.

Peristiwa yang dialami Yanuar itu terjadi sekitar pukul 10.00. Saat itu dia baru saja datang ke stasiun untuk membelikan bibinya tiket KA Matarmaja. Akibat peristiwa tersebut, pemuda asal Dusun Bangsri, Desa Pemotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, itu harus kehilangan telepon genggamnya.

”Setelah beli tiket, lalu saya ke teras stasiun. Memang sudah janjian dengan bibi saya untuk ketemuan di sana,” kata Yanuar.

Saat menunggu itulah, Yanuar melamun. Ia mengingat, ketika itulah seorang perempuan muda menghampirinya. Yanuar mendeskripsikan perempuan tersebut berambut pendek dan punya luka lubang bekas tindik di telinganya.

”Dia duduk di sebelah saya dan langsung ngajak ngobrol ngalor ngidul. Dia sok kenal saja, terus mengajak saya ngobrol. Saya sendiri heran, kok mau saja diajak dia ngobrol,” kata Yanuar, yang sehari-hari jadi pedagang di Surabaya ini.

Setengah jam mengobrol, lanjut Yanuar, pelaku lantas meminjam telepon selulernya. Namanya saja dalam keadaan setengah sadar, Yanuar pun tak keberatan meminjamkan satu-satunya ponsel miliknya itu. Apalagi, dengan rayuan manisnya, pelaku menjanjikan mengisi ulang pulsa milik Yanuar.

”Saya percaya saja. Dia juga memberikan tas punggung yang dia bawa ke saya, maksudnya sebagai jaminan,” ucapnya.

Seusai menelepon itulah, pelaku memerdayai Yanuar. Dia pamit pergi sejenak ke kios pulsa guna mengembalikan pulsa yang sudah dipakainya. Sekali lagi, Yanuar pun hanya mengangguk-angguk setuju ketika pelaku pergi.

”Saya baru sadar 15 menit setelah dia pergi. Ada seorang pria menghampiri dan bertanya tempat beli tiket kepada saya. Saya tergugah dan menyadari bahwa ponsel saya dibawa kabur pelaku,” kata Yanuar.

Dari tas milik pelaku, Yanuar menemukan pakaian kumal, sebotol parfum, dan sebuah gelang imitasi. Di tas tersebut, Yanuar juga menemukan foto pelaku. ”Saya melapor ke petugas keamanan hingga akhirnya diantar melapor ke Polresta Malang,” kata Yanuar.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular