
Jombang (beritajatim.com) - Kesabaran warga Desa Gedangan Kecamatan Sumobito, Jombang terhadap Hartono, Pelaku Pelaku pencabulan bocah di bawah umur akhirnya habis. Karena tidak mengakui perbuatannya, warga meminta kepada Hartono (40) untuk Melakukan sumpah pocong serta menelan sejemput tanah kuburan yang dicampur udara.
Sebagai pria yang berprofesi penjual ikan pun tantangan melayani warga. Selanjutnya, ratusan berbondong-bondong menuju Masjid Al-Ikhlas desa setempat yang berjarak sekitar 500 meter.
Untuk Menghindari amuk massa, Hartono dibawa mobil Satuan Samapta Polres Jombang. Sembari bergerak menuju masjid, mereka terus menghujat Hartono sebagai pemerkosa bocah di bawah umur.
"Hartono harus disumpah pocong. Potong alat kelamin Hartono," teriak warga hampir Bersamaan, Senin (8/3/2010).
Sampai di masjid, Hartono langsung didandani Layaknya orang mati. Kain kafan yang sudah disiapkan langsung membalut tubuh ringkih warga Gedangan tersebut.
Hartono dibaringkan di dalam masjid, sedangkan ratusan warga bergerombol di depan masjid.
Pria yang diduga mencabuli bocah kelas empat MI ini langsung dibacakan ayat-ayat suci yang dipimpin Modin (Kaur Kesejahteraan Rakyat) bernama Zainul.
Keluarga korban juga ikut mengelilingi, 'mayat' Hartono.
Setelah itu, tokoh desa membacakan sumpah yang intinya bahwa Hartono tidak melakukan pencabulan.
Namun Hartono Jika berbohong maka akan mendapatkan azab dari Allah selama hidupnya.
"Jika Hartono berbohong, maka dia akan mendapatkan azab,” kata Zainul, tokoh desa yang memimpin prosesi sumpah pocong.
Selesai ritual sumpah pocong seluruh yang berkumpul di masjid membubarkan diri. Sedang Hartono tetap mendapatkan pengawalan ketat dari sejumlah petugas Polres Jombang.
Seperti diberitakan sebelumnya. Hartono dituduh mencabuli Intan, bocah kelas empat MI. Namun, kasus tersebut didamaikan di tingkat desa.
Peristiwa itu terjadi saat lebaran tahun lalu. Karena warga tidak bersetuju, mereka beramai-ramai mengepung balai desa. Setelah itu dilanjut dengan ritual sumpah pocong.
