Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Khamis, 18 Mac 2010

KEMARAU DAN BANJIR: MALAYSIA - INDONESIA

(Foto hiasan berlaku kering di kolam)



KUALA LUMPUR, 19 Mac (Bernama) -- Paras air di tujuh empangan di Selangor, Kuala Lumpur dan Putrajaya mengalami penyusutan ekoran berlarutan cuaca panas dan kering, menurut Syarikat Bekalan Air Selangor Sdn Bhd (Syabas).

Empangan yang menunjukkan penyusutan paras takungan air dalam tempoh dua bulan lalu ialah Empangan Sungai Selangor, Sungai Tinggi, Semenyih, Sungai Langat, Klang Gates, Tasik Subang dan Empangan Sungai Batu.

Penyusutan paling ketara ialah di Empangan Tasik Subang yang menyusut pada tahap maksimum iaitu kepada 77.05 peratus simpanan atau 37.26 meter Ordinary Datum Level (ODL) setakat 25 Feb lalu.

Selain itu, paras Empangan Klang Gates juga telah mengalami penurunan dari paras maksimum iaitu 100 peratus simpanan atau 95.22 meter ODL sejak 15 Dis lalu dan mencapai 81.7 peratus simpanan atau 93.17 meter ODL pada 25 Feb lalu disebabkan taburan hujan yang rendah.

"Bagaimanapun, berdasarkan rekod dan analisa seperti yang telah dijalankan, sehingga akhir Mac ini, paras simpanan air di ketiga-tiga empangan akan terus menurun," kata Syabas dalam kenyataan itu.

Namun begitu, keadaan itu tidak memerlukan pengurangan pelepasan air dari empangan dan juga pengeluaran air daripada loji.

Di samping itu, beberapa batang sungai seperti Sungai Labu, Sungai Langat dan Sungai Selangor yang membekalkan air ke loji-loji rawatan air di negeri Selangor juga didapati mengalami penyusutan paras air.

DI INDONESIA:

Bencana Alam di Indonesia Didominasi Banjir




Bandung (ANTARA News) - Bencana alam yang terjadi di Indonesia sepanjang 2009 hingga 2010 didominasi akibat banjir dengan prosentase sebanyak 60 persen disusul oleh longsor, gempa bumi dan tsunami, demikian dikatakan Direktur Perbaikan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Untung Sarosa di Bandung, Kamis.

"Bencana alam yang terjadi kebanyakan diakibatkan oleh material air seperti halnya banjir dan untuk longsor meski tidak murni penyebabnya air namun sangat berkaitan erat khususnya saat curah hujan sangat tinggi," katanya.

Ia menjelaskan terjadinya pergeseran tanah juga cenderung diakibatkan oleh air meski harus dalam curah hujan yang sangat tinggi atau diatas 150 mm per hari.

"Rekahan yang terjadi akibat gempa mampu melongsorkan sebuah bukit setelah curah hujan sangat tinggi seperti halnya yang terjadi di Perkebunan Dewata, Pasirjambu, Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu," ujarnya.

Selain air, kerusakan lingkungan seperti penggundulan hutan juga memicu terjadinya bencana alam di Indonesia. "Hal ini bisa terjadi karena dibawah tanah yang gembur terjadi penampungan-penampungan air yang pada batas waktu tertentu tanah tidak dapat menahan bebannya sehingga terjadi longsor," kata Untung.

Disaat terjadinya bencana, lanjut Untung, banyak korban yang berjatuhan tidak hanya manusia juga harta benda dan infrastruktur pelayanan umum. "Hal ini yang harus juga diperhatikan oleh Pemerintah Daerah khususnya yang memiliki jalur-jalur merah," ujarnya.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular