Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Khamis, 18 Mac 2010

Semar dari UGM Indonesia ke Malaysia

Bisa diaplikasikan secara luas ke masyarakat


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Tim Semart dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta berhasil menciptakan kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan. Mereka menamakannya Semar, hasil perpaduan mesin motor pemotong rumput dan teknologi pesawat terbang yang mampu menempuh jarak 400 km hanya dengan satu liter bahan bakar.

Semar adalah prototipe mobil ramah lingkungan karya sekelompok mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan Industri UGM. Tim beranggotakan 15 mahasiswa ini dibentuk Juli 2009 untuk menjawab undangan kompetisi mobil hemat energi Shell Eco-Marathon di Sirkuit Sepang, Malaysia, 7-8 Juli 2010.

Sekilas, bentuk Semar sangat mungil dan tidak lazim untuk kendaraan masa kini. memiliki panjang 2,7 meter, tinggi 0,8 meter, serta lebar 0,88 meter, desainnya gembung di depan dan mengerucut di belakang. Bagi mata awam, bentuk ini sangat mirip kecebong.

Direktur Teknis Tim Semart UGM M Wisnu Hargono (23), seusai peluncuran Semar di Yogyakarta, Rabu (17/3), mengatakan, desain yang lazim disebut tetesan air (airfoil) ini diadopsi dari bagian dalam sayap pesawat terbang. "Bentuk ini yang paling aerodinamis sehingga hambatan udara bisa ditekan. Dengan hambatan kecil, bahan bakar yang diperlukan pun lebih rendah," ujarnya.

Hambatan udara pada Semar berkurang menjadi tinggal sekitar 3 persen saja atau jauh lebih rendah dari hambatan udara sedan yang berkisar 30 persen maupun bus yang mencapai 70 persen. Dibandingkan mobil pada umumnya yang rata-rata hanya mampu menempuh jarak 20 kilometer dengan satu liter bensin, Semar jelas jauh lebih hemat.

Selain bentuknya aerodinamis, penghematan energi dilakukan dengan bobot yang dibuat seringan mungkin. "Semakin ringan sebuah kendaraan, semakin sedikit bahan bakar yang diperlukan. Masalahnya, bahan ringan sering kali rapuh atau terlalu mahal," lanjutnya.

Oleh karena itu, Tim Semart memilih bahan alumunium yang lebih murah dari bahan-bahan ringan lainnya, seperti titanium. Kerapuhan bahan alumunium diakali dengan rancang desain struktur yang berfungsi saling menguatkan. Mungkin bisa dianalogikan dengan fondasi tahan gempa yang digunakan di sejumlah candi. Berat kerangka Semar hanya tiga kilogram dari berat total kendaraan 25 kg. Meskipun ringan, Semar dirancang mampu menahan berat hingga sekitar 150 kg.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular