
NUNUKAN - Pembangunan perkebunan kelapa sawit di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik dinilai tidak tepat. Karena pembangunannya terkait dengan ketersediaan air tawar.
“Di dua pulau ini tidak boleh ada pabrik, biar bagaimapun izinnya tidak akan dikeluarkan karena itu melanggar aturan. Jadi saya tidak berani mengatakan kalau sawit ini proyek gagal, cuma tidak tepat di dua pulau ini. Karena pulau itu kalau sawit dikembangkan dia menyedot banyak air sehingga kita nanti akan kesulitan air tawar,” ujarnya.
Sebaliknya, Basri malah menyarankan warga mengembangkan perkebunan karet. Sebab karet lebih mudah dikembangkan dan bernilai ekonomis tinggi.
“Kalau karet di halaman rumah juga bisa. Kembangkan saja karet. Karetnya bisa diambil, karena karet dari pohon tidak bisa digantikan kualitasnya dengan karet yang sintetis. Secara ekonomis nilainya sangat lumayan,” ujarnya.
Selain itu pohon yang tidak produktif bisa menjadi produk unggulan yang bisa dijual di Jepang. Pohon karet diklaim memiliki kualitas yang sangat baik untuk pembuatan meubel.
