
PALEMBANG - Dewan Adat Kota Palembang, Sumatera Selatan akan menggelar rapat kerja (raker) membahas rencana inventarisasi adat dan budaya yang dikhawatirkan akan luntur akibat penetrasi budaya dari luar, Selasa (14/6/2011) .
Tidak sebatas itu saja, hasilnya akan dibukukan sehingga dijadikan materi wajib bagi siswa di sekolah.
Hal ini dikatakan Ketua Harian Dewan Adat Kota Palembang, Kgs H Roni Hanan, yang juga ketua pelaksana Raker, Senin (13/6/2011).
Menurutnya, Raker hanya berlangsung satu hari di ruang Prameswara, Pemkot Palembang, dan dibuka oleh Walikota Palembang, sebagai Ketua Pembina Adat.
"Raker ini sangat penting, karena kita ingin menyelamatkan budaya dan adat asli Palembang," katanya.
Raker yang diikuti 130 pembina adat dan tokoh masyarakat Palembang ini akan dibagi beberapa kelompok, yaitu kelompok A membahas dan mendiskusikan tentang tata acara, seperti pernikahan, khitanan, peresmian nama (aqiqah).
Kelompok B membahas Seni Budaya, mencakup mencari kebenaran serta keaslian tarian khas Palembang, seperti seni rodat, berbagi syair dan tarian lainnya.
Kelompok C akan membahas Tata Boga, dan Kelompok D membahas adat dan arsitektur khas Palembang.
Terakhir kelompok E membahas Tata Busana.
Untuk Tata Boga dan Tata Busana misalnya, ungkap Roni Hanan, banyak makanan khas Palembang yang sudah langka dan nyaris tidak dilestarikan.
