
TRENGGALEK:-- Perkosaan yang didahului pesta miras kembali terjadi. Kali ini korbannya, sebut saja Mawar (17), siswi kelas XI sebuah SMA negeri di Trenggalek. Tragisnya, Mawar diperkosa oleh tiga orang yang tak lain teman sekelasnya.
Tiga pelaku perkosaan tersebut adalah DA (16) warga Desa/Kecamatan Munjungan, SB (17) warga Desa Bendoroto, Kecamatan Munjungan, serta SR (17) warga Desa Masaran, Kecamatan Munjungan. Ketiganya ditangkap Satuan Reserse dan Kriminal Polres Trenggalek untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dari pengakuan DA, Jumat (18/2) pagi hari, dirinya mengajak Mawar untuk pesta miras. Ajakan itu langsung ditolak oleh Mawar, lantaran dia akan bermain ke rumah Dian (17), salah satu temannya, sepulang sekolah. Namun, DA tak putus asa. Dengan sepeda motor, DA lalu menjemput Mawar dari rumah Dian. Mawar akhirnya luruh dengan ajakan DA, dan menurut saat diajak ke rumah Supiyah, bibi DA di Desa Tawing, Kecamatan Munjungan. Di rumah itu ternyata sudah menunggu SB dan SR.
Ketiganya ternyata sudah menyiapkan minuman beralkohol yang disebut arjo (arak jowo). Mawar sempat sekali menenggak arjo, lalu menolak untuk minum lagi karena rasanya yang panas. Namun, SB terus memaksanya untuk minum. Bahkan SB dengan brutal memasukan arjo secara paksa ke mulut Mawar. Tiga gelas arjo akhirnya membuat Mawar teler berat dan nyaris tidak sadarkan diri.
Dalam kondisi tak berdaya tersebut, tubuh Mawar digotong masuk ke dalam kamar lalu diperkosanya. Usai DA, secara bergiliran SB dan SR melakukan hal serupa. Kemudian dalam kondisi masih setengah mabuk, Mawar lalu diantarkan pulang dengan sepeda motor.
Menurut Kapolres Trenggalek AKBP Eddy Hermanto melalui Kasubag Humas AKP Siti Munawaroh, orangtua korban merasa curiga saat Mawar pulang ke rumah dalam keadaan mabuk. Saat ditanya lebih mendalam, Mawar mengaku terus terang jika habis diperkosa tiga teman sekelasnya.
Dari hasil penyidikan polisi, selain pengaruh alkohol, aksi bejat para pelaku didasari karena kerap melihat film porno dari ponsel. Film ini biasanya didapat dari pertukaran antarponsel sesama siswa. Dari kebiasaan tersebut, ketiganya lalu merencanakan Mawar sebagai korban.
