SAMARINDA:-- Dua balita kembar harus meregang nyawa secara bersamaan. Caranya pun tragis. Keduanya terpanggang hidup-hidup di dalam rumah yang terbakar. Peristiwa tersebut terjadi pada kebakaran di Jl Rumbia 2 Gang Irama, RT 20, Kelurahan Sidomulyo, Samarin da Ilir, Senin (21/2) kemarin pukul 11.00 Wita.
Kedua korban yang masih beruisa 3 tahun itu, bernama Kevin dan Staven. Saat ditemukan petugas, keduanya sudah tidak dapat dikenali lagi. Sedangkan Fitri Hartati (35), ibu Kevin dan Steven, langsung histeris dan jatuh pingsan. Selanjutnya, kedua jasad balita malang itu pun, dilarikan ke kamar mayat RSUD AW Sjahranie.
Kebakaran itu mengakibatkan 2 bangunan bangsal dari kayu dengan 6 pintu ludes. Enam Kepala Keluarga dan 20 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal.
Keterangan Lena (30), warga setempat. Api diketahui berasal dari rumah bangsal yang disewa Fitri, yang di dalamnya kala itu hanya ada Kevin dan Steven. "Ibunya pergi bekerja. Memang sudah sering seperti itu. Kalau ibunya pergi, anak-anaknya pasti ditinggal. Bahkan pintu rumahnnya dikunci," kata Lena.
Saat peristiwa kebakaran terjadi, Lena yang juga panik ke luar dari rumahnya itu, melihat api berkobar dari bagian tengah bangunan bansal tersebut. Dan beberapa orang warga lainnya, tampak tengah berupaya mendobrak pintu rumah Fitri.
"Saya lihat api sudah membesar, dari arah belakangan bangsal. Dan banyak yang berteriak, rumah ibu kembar (sapaan akrab Fitri, Red) terbakar," tuturnya.
Dengan alat seadanya, warga bahu membahu memadamkan api. Sekitar 10 menit kemudian Pasukan Mencegah Kebakaran (PMK) tiba di lokasi kebakaran. Dan 30 menit kemudian, upaya pemadaman akhirnya membuahkan hasil. Namun terdengar kabar jika di dalam salah satu rumah bangsal terdapat 2 balita kembar, yang belum terselamatkan.
Mendapat laporan, petugas PMK pun berusaha mencari jasad Kevin dan Steven, bermodalkan keterangan dari warga setempat, terkait posisi Kevin dan Steven terakhir kali. Tak memerlukan waktu lama, akhirnya jasad Kevin dan Steven, ditemukan di dalam kamar dengan posisi tertindih reruntuhan kayu, terlentang dan terpanggang.
Evakuasi pun dilakukan petugas, dengan menggunakan kantung jenazah dan menggunakan mobil Palang Merah Indonesia (PMI), kedua jasad dibawa ke kamar mayat RSUD AW Sjahranie.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol HM Arkan Hamzah, melalui Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Feby DP Hutagalung SIK mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apa yang menjadi pemicu awal musibah kebakaran itu.
"Masih dalam penyelidikan kami dan Puslabfor Surabaya. Saksi-saksi kami bawa untuk dimintai keterangan, sementara 2 korban tewas dalam kebakaran ini telah dievakuasi ke rumah sakit untuk divisum," tandasnya.
