CIMAHI - Dengan kedok ilmu gaib yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit spiritual, Dan (37) menipu sedikitnya tiga korban perempuan untuk dimintai uang serta disetubuhi.
Tidak hanya di tempat keramat, aksi cabul dukun palsu ini juga sempat dilakukan di sebuah rumah ibadah. Kini, warga Kab. Bandung Barat ini diringkus aparat Kepolisian Resor Cimahi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kapolres Cimahi Ajun Komisaris Rudy Heriyanto Adi Nugroho melalui Kasat Reskrim Ajun Komisaris Ahmad Zubair mengatakan, Dan ditangkap setelah ada laporan dari tiga korban. “Namun, kemungkinan korban lain masih banyak,” ujarnya di mapolres Cimahi, Jumat (15/7).
Dari tersangka, kata Zubair, polisi juga menyita sedikitnya 23 barang bukti yang digunakan untuk praktek perdukunan. Di antara barang bukti yang disita terdapat beberapa jenis senjata tajam seperti keris dan golok, bunga rampe, buku mujarobat, tungku kemenyan, tasbih, pohon hanjuang, dan beberapa kitab.
Menurut Zubair, tersangka melakukan aksinya sejak Januari-Mei 2011. Kepada tiga korban yang melapor, tersangka sudah melakukan pencabulan tiga sampai empat kali di tempat-tempat yang dianggap keramat seperti kuburan Mbah Pangabui dan mata air Tarengtong di Kampung Bojong Suren Desa Tagog Apu Kec. Padalarang, Kab. Bandung Barat. “Bahkan tersangka sempat melakukan aksi cabul di sebuah rumah ibadah,” ujarnya.
Atas perbuatannya itu, Dan akan dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara dan atau pasal 294 ayat (2) ke 2 dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.
Kepada wartawan, Dan mengaku semua perbuatan yang ia lakukan berdasarkan bisikan gaib yang mengatakan bahwa penyembuhan pasien harus dilakukan dengan sebuah ritual khusus. Pasca ritual, bisikan tersebut mengatakan bahwa Dan sudah dinikahkan secara gaib dengan pasiennya, sehingga pasien harus dimandikan dan digauli. “Belakangan saya sadar bahwa itu ternyata bisikan setan,” katanya.
Dan mengaku pertama kali mendapatkan ilmu gaib pada 2005 lalu. Namun, ia sempat berhenti dua tahun dan bekerja di sebuah butik serta sempat menjadi kuli bangunan. Pada 2009, ia memulai kembali praktek dukun palsunya, karena desakan ekonomi.
Pasien yang datang, sebagian besar mendatangi Dan dengan tujuan yang sama. Mereka meminta Dan untuk menyembuhkan penyakit spiritual agar tampah lebih menarik di hadapan laki-laki. “Ada juga yang datang karena rumah tangganya tidak harmonis. Ia minta saya membantu agar rukun kembali dengan suami,” tutur Dan.
