
TEGAL: Ikan berkepala mirip kepala buaya dan berisik seperti sisik ular, yang ditangkap kakak beradik Atmo Wijoyo (40) dan Tamiludin (34), awal bulan ini, ternyata merupakan ikan yang agresif seperti layaknya buaya, dengan nama latin lepisus peus atau nama umum aligator gar.
Hal ini diketahui dari hasil kajian ilmiah dan penelitian Fakultas Perikanan (FP) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, selama beberapa hari. ''Spesies ikan ini menyebar dengan cepat di perairan Indonesia melalui berbagai cara. Ya seperti jalur perdagangan bebas, dan diduga ada yang lepas ke perairan bebas. Ikan ini juga memiliki telur yang toksik,'' terang Dekan FP Ir Nurjanah MSi.
Ikan yang ditemukan di kolam perbaikan kapal atau dok PT Sanur Marindo Ship di Pelabuhan Tegal, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal itu dapat tumbuh dengan cepat. Bahkan, kondisi terakhir, panjang ikan lebih dari 50 cm dan bobotnya lebih dari 2 kilogram. Padahal saat ditemukan panjanganya sekitar 50 cm dan beratnya 1,7 Kg.
Selain itu, akan menjadi lebih agresif saat diberi makan daging atau ikan kecil lainnya. Ikan tersebut kini masih dipelihara kakak beradik itu dan diletakkan di aquarium.
Didampingi bagian lembaga penelitian Sunarto, dia mengatakan, ikan tersebut dapat tumbuh besar hingga beratnya mencapai ratusan kilogram. Jika tumbuh sebesar itu dan sampai berada di danau atau perairan payau, memiliki efek yang merugikan.
