
MEDAN - Keberadaan bakteri Entrobacter Sakazakii di dalam susu formula tidak perlu dirisaukan atau dicemaskan oleh para orang tua.
Pasalnya, bakteri ini bisa mati pada air panas dengan minimal suhu 70 derajat celcius. Untuk itu, diimbau kepada orang tua dalam menyajikan susu formula kepada bayi hendaknya menggunakan air panas.
Umar Zein, selaku ahli kesehatan, mengatakan selain itu, jika ada sisa lebih baik dibuang, karena susu paling bertahan dua jam. Bakteri Sakazakii ini tidak membahayakan pada setiap bayi. Bakteri ini hanya berdampak pada bayi yang daya tahan tubuhnya lemah serta pada bayi yang lahir prematur.
“Bagi bayi yang sehat, apalagi anak-anak, bakteri ini tidak membahayakan,” ujarnya, pagi ini. Bakteri Sakazakii ini berpotensi hadir dimana dan kapan saja, termasuk juga di Sumut. Pasalnya, susu formula bisa terkontaminasi bakteri melalui udara.
“Bakteri dimana-mana saja ada, bakteri kan penyebarannya bisa melalui udara. Susu dapat menjadi media pertumbuhan yang baik bagi bakteri karena di dalamnya terdapat komponen biokimia yang juga diperlukan oleh bakteri untuk tumbuh dan berkembang,” katanya.
Dia menyarankan kepada para ibu dalam memberikan susu formula kepada bayinya hendaknya menggunakan air panas. “Sebaiknya beri ASI ekslusif saja,” sebutnya.
Sementara itu, ahli kesehatan dan gizi di Medan, Sairi M Saragih, menuturkan tidak hanya susu yang berpotensi terkontaminasi Sakazakii, tetapi bisa juga ditemukan di beberapa bahan makanan antara lain daging cincang awetan, sayuran, serta keju.
“Bakteri ini dapat menyebabkan radang selaput otak dan radang usus atau diare pada bayi, infeksi saluran pernapasan bagian bawah, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran kemih, infeksi dalam perut dan infeksi lainnya,” pungkasnya.
