Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Sabtu, 23 Julai 2011

3 Hari Berjalan di Hutan, Anak Orang Rimba Ingin Belajar





PEKANBARU - Tidak mengenal menyerah demi mendapatkan ilmu tulis dan baca. Tiga bocah anak Orang Rimba di Jambi rela menelusuri kawasan hutan selama tiga hari untuk mencari guru pembimbingnya dari aktivis Warsi.

Selama perjalanan mereka tidak makan selama dua hari. Namun usaha mereka tidak sia-sia, mereka akhirnya bertemu dengan guru pembimbingnya.

Inilah sepenggal kisah pedih dari kelompok anak-anak Orang Rimba di kawasan hutan belantara di Jambi. Nasib mereka tidak seindah anak-anak pada umumnya yang dengan mudah mendapatkan fasilitas pendidikan dari pemerintah. Anak Orang Rimba nan jauh di pedalaman sana, sampai kini tidak mendapatkan fasilitas pendidikan formal dari pemerintah terdahulu sampai kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Untuk mengenali menulis dan mambaca, selama ini anak-anak Rimba hanya mengharapkan adanya bimbingan dari kelompok aktivis lingkungan. Salah satu kelompok aktivis yang melakukan bimbingan belajar baca dan tulis adalah Warsi yang berpusat di Jambi.

Selama ini Warsi memberikan bimbingan belajat pada anak-anak Rimba dengan pola saling bergantian. Tidak bisa saban hari mereka memberikan pelajaran buat anak-anak itu. Ini mengingat keterbatasan tenaga pengajar Warsi yang hanya dua orang yakni seorang gadis bernama Karlina dengan seorang pemuda bernama Abdi.

Mereka berdua harus bergantian memberikan pelajaran pada anak-anak Rimba yang lokasinya saling berbeda. Sehingga dengan hanya ada dua tenaga pengajar, anak-anak Rimba ini paling banter sepekan sekali baru mendapatkan pelajaran menulis dan membaca dari guru pembimbingnya.

Sebagaimana siang itu, Karlina dan Abdi baru saja melakukan proses belajar mengajar serta membawa tamu dari Jakarta untuk anak-anak Rimba di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD). Hanya beberapa hari Karlina saat itu memberikan bimbingan belajar. Namun karena ada tugas lainnya, Karlina harus segera meninggalkan anak-anak itu karena harus membimbing kelompok anak-anak yang lainnya.

Ketika Karlina meninggalkan 10 muridnya itu, rupanya secara diam-diam keesokan harinya tiga muridnya masih ingin terus belajar. Menyadari guru pembimbingnya baru akan tiba sepekan ke depan, lantas tiga bocah itu nekat mencari perwakilan Kantor Warsi yang berada sangat jauh dari kawasan taman nasional.

Tanpa mereka sadari, di bagian belakang, tiga bocah Rimba itu adalah Kalitap (10), Besiap Bungo (7) dan Moruya (9) berjalan kaki berbekal seadanya. Sebagaimana keseharian anak Rimba mereka hanya mengenakan kain penutup kemaluan saja tanpa mengenak baju. Dari tempat tinggalnya, tiga sekawan ini terus menyellusuri kawasan hutan untuk pergi ke kantor lapangan Warsi hanya ingin belajar tulis dan baca.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular