
BIMA - Menjelang Ramadan, sejumlah losmen yang diduga menjadi tempat maksiat di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, dirazia. Dalam razia kali ini, petugas sempat mendapat perlawanan dari pemilik losmen yang menolak razia.
Begitu petugas satuan polisi pamong praja datang, pemilik losmen langsung menolak. Meski begitu, petugas tetap masuk ke dalam kamar penghuni losmen.
Tindakan petugas bukan tak berdasar. Sebelumnya warga sudah berulang kali memprotes tentang keberadaan losmen yang diduga kerap dijadikan lokasi maksiat. Bahkan, ada warga yang ikut mendobrak pintu losmen dalam razia tersebut. Warga juga menemukan pintu rahasia yang diduga kerap digunakan para penghuni losmen bila ada razia.
Dari hasil razia, petugas hanya mendapati empat wanita yang diduga pekerja seks komersial. Mereka langsung dibawa ke kantor Pemerintah Kota Bima.
