INDRALAYA - Seorang Dosen FKIP Unsri Dra Trimurti Saleh MA, diduga telah menampar pipi seorang mahasiswi bernama Nurul Tri Isna Wijaya (23).
Peristiwa itu terjadi di samping gedung FKIP Unsri, Kamis (18/8/2011) sekitar pukul 08.30 WIB.
Merasa dipermalukan, mahasiswi semester V ini mengadu ke Polres OI didampingi teman-temannya sesama mahasiswa.
"Saya merasa dipermalukan dan sakit, dengan kejadian ini," ujar Nurul saat ditemui di Polres.
Menurut Nurul, ketika itu sang dosen datang ke acara technical meeting di program pengenalan kampus (O2K) FKIP Unsri. Dosen ini kemudian marah-marah di tengah mahasiswa dan menyebutkan pertemuan dengan mahasiswa baru tersebut ilegal.
Beberapa mahasiswa menghampiri sang dosen untuk menjelaskan tujuan dari acara tersebut. Namun dosen langsung menyuruh panitia yang memakai jaket almamater untuk dilepaskan.
Sebagian mahasiswa mau melepaskan almamater tetapi Nurul tidak, bahkan memberikan penjelasan kepada oknum dosen tersebut. Diduga emosi, tersangka menampar pipi korban.
Dosen yang sekaligus Pembantu Dekan III FKIP Unsri, Dra Trimurti Saleh yang dikonfirmasikan membantah menampar korban.
"Saya hanya melarang mereka melakukan pertemuan dengan calon mahasiswa baru itu, karena ilegal. Bagaimana tidak dilarang, calon mahasiswa baru itu belum pernah diterima rektor. Mereka seharusnya bersabar, karena rencana ketemu Rektor itu 24 Agustus mendatang," ungkap Trimurti.
Pembantu Dekan II FKIP Unsri Made Sukaryawan menyebutkan jika kejadian itu salah paham saja.
Sejak awal pihak rektorat sudah melarang adanya pertemuan dengan calon mahasiswa baru karena rektor sendiri belum menerima calon mahasiswa baru itu.
"Kalau terjadi apa-apa dengan calon mahasiswa baru itu, tentunya masih tanggung jawab kampus juga," ujarnya.
