SAMARINDA - Bila nafsu sudah di ubun-ubun, terkadang tak ada upaya untuk membendungnya. Hal itu yang dilakukan Silvester Game alias Bangsil (37) warga Jl Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Simpang Tiga Loa Janan Ilir. Melihat tetangga barunya memiliki postur tubuh cukup ideal berinisial Yn (28), ia tak kuat menahan hasratnya untuk berbuat mesum.
Padahal korban yang berstatus ibu rumah tangga (IRT) beranak satu tersebut usai wudhu dan hendak Salat Dzuhur pada Jumat (5/7) sekitar pukul 13.00 Wita. Beruntung Yn berhasil melawan ulas Bangsil. Akhirnya hasrat duda untuk berbuat tidak senonoh terhadap Yn berhasil digagalkan.
Keterangan yang dihimpun, kejadian bermula saat Yn hendak Salat Dzuhur. Diduga kuat Bangsil memang mengincar ibu satu anak sejak menuju tempat wudhu.
Kembalinya Yn dari kamar mandi, Bangsil sudah mencegatnya di depan pintu kamar. Pelaku memaksa korban masuk ke kamar dengan memegang tangannya dengan erat. Bahkan setelah berada di dalam kamar, bangsil merebahkan tubun Yn hingga akhirnya Yn terbaring di lantai kamar kosnya.
Melihat Yn terbaring, lelaki hidung belang itu langsung membuka baju IRT tersebut. Kendati pemberontakan yang dilakukan Yn cukup kuat, namun upaya Bangsil untuk membuka baju yang dikenakan Yn akhirnya berhasil. Melihat tubuh IRT tersebut, Bangsil makin penasaran. Sehingga kembali mencoba membuka celana yang dikenakan Yn.
Pemberontakan terus dilakukan, namun tanaga Yn nampaknya tak mampu menandingi tanaga Bangsil. Sehingga celana yang digunakan Yn pun berhasil dibuka pelaku. Dalam keadaan tidak berbusana, pelaku mencoba memasukan jarinya ke kemaluan korban. Hal itu membuat Yn makin memberontak.
Puncak peristiwa itu, Yn berhasil memegang kemaluan Bangsil dan menendang pria yang ada di hadapannya. Regapan pelaku pun berhasil terlepas dan akhirnya Yn kabur dari sekapan di kamar pelaku.
"Saya tidak tidak ingat itu hari apa. Seingat saya kejadian itu terjadi pada puasa kelima saat mengambil air wudhu dan salat," ungkap Yn kepada polisi saat menjalani pemeriksaan.
Saat peristiwa itu terjadi, kondisi lingkungan sedang sepi. Anak korban tidur di kamar sementara suami Yn sedang bekerja. Beberapa tetangga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut juga tidak berada di rumah karena bekerja.
Kejadian ini baru dilaporkan Yn pada Kamis (18/8) lalu sekitar pukul 23.00 Wita atau 13 hari setelah peristiwa itu terjadi. Mendengar laporan itu, polisi langsung mencari tahu keberadaan Bangsil. Penyelidikan berlangsung lama dan akhirnya Bangsil berhasil diamankan jajaran Polsekta Samarinda Seberang pada Sabtu (20/8) dini hari kemarin, sekitar pukul 00.30 Wita.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol M Arkan Hamzah melalui Kapolsekta Samarinda Seberang AKP Ade Permana SIK didampingi Kanit Reskrim Ipda Maradona AM mengungkapkan, sudah mengamankan pelaku dan saat ini proses pemeriksaan masih dilakukan.
