SUNGAIPENUH - Gaji dan tempat kerja di Malaysia lebih terjamin. Jika tidak suka dengan pekerjaan yang sedang ditekuni sekarang, kita tinggal mencari tempat kerja lain yang lebih bagus. "Jika TKI resmi, untuk bisa pindah kerja merupakan hal yang mustahil, meskipun gajinya murah," ujar seorang TKI yang enggan disebut namanya.
Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja, Dinsosnakertrans Kerinci Tarmizi, mengatakan, berbagai upaya sudah dilakukan pihaknya untuk mengajak warga bekerja di luar negeri lewat jalur resmi, namun masih saja banyak yang memilih jalur ilegal.
Ada beberapa hal yang dijadikan alasan warga untuk berangkat lewat jalur resmi, yang pertama persyaratannya dianggap sulit, waktu berangkatnya lama, serta mahalnya biaya. "Namun dengan menjadi TKI resmi, keselamatan dan keamanan kerja jauh lebih terjamin," katanya.
Pada tahun 2007 tambahnya, jumlah TKI yang berangkat lewat jalur resmi hanya 369 orang. Tahun 2008 turun menjadi 324 orang, tahun 2009 turun lagi menjadi 320 orang, dan tahun 2010 naik menjadi 855 orang.
"Banyaknya warga yang berangkat lewat jalur resmi pada tahun 2010, karena perusahaan Malaysia memberikan kemudahan, TKI diperbolehkan mencicil biaya keberangkatan, dengan sistem potong gaji, sehingga semua biaya keberangkatan digratiskan," imbuhnya.
TKI yang berangkat, dikenakan hutang 2.000 ringgit Malaysia, pembayarannya setiap bulan dengan sistem potong gaji. "Jika ada PJTKI yang memungut uang dari TKI, maka akan dikenakan sanksi tegas, bahkan bisa diusulkan pencabutan izin," katanya.
