Kualitas Daging Ayam di Pasar Ditemukan Proses Pembusukan.
SURABAYA - Sepekan menjelang Idul Fitri, beberapa daging ayam di pasar tradisional ditemukan telah masuk proses pembusukan. Daging ayam ini telah melampaui waktu 6 jam dari proses penyembelihan dan tidak segera didinginkan.
Penemuan daging ayam yang tak segar lagi ini terjadi di Pasar Wonokromo. Puluhan ekor ayam yang dipasarkan diperiksa satu per satu menggunakan test aber.
"Beberapa daging ayam positif telah memasuki proses pembusukan," kata drh Wafiroh dari pihak Dinas Pertanian Bidang Peternakan Kota Surabaya saat memeriksa di Pasar Wonokromo, Senin (22/8/2011).
Temuan ini, lanjut dia, mungkin karena pedagang terlalu pagi menyembelihnya. Sementara setelah lewat pukul 10.00 WIB ini, daging ayam sudah mengalami perubahan kualitas. Seperti muncul bau yang agak anyir dan saat dilakukan test aber, muncul gas-gas pembusukan.
Pemeriksaan menggunakan test aber ini cukup efektif untuk membuktikan kadar kualitas daging. Bila positif memasuki proses pembusukan, sample daging ayam yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi akan mengeluarkan gas-gas pembusukan. Secara kasat mata, gas-gas pembusukan tersebut tampak seperti kabut.
"Kalau hasilnya positif, gas-gas pembusukan keluar di tabung reaksi, seperti kabut," terangnya.
Pihak Dinas Pertanian Bidang Peternakan Kota Surabaya sekaligus mengedukasi pedagang daging. Untuk para pedagang daging ayam, jarak 6 jam dari proses penyembelihan daging harus segera didinginkan. Jika tidak, pilihan lainnya yakni harus segera dimasak.
Sementara untuk para pedagang daging sapi dan kambing, batas kesegaran daging yakni 12 jam setelah penyembelihan. Jarak waktu ini tentu lebih panjang dibanding batas waktu segar daging ayam.
"Kalau untuk daging sapi dan kambing, batas waktu segarnya lebih panjang dibanding daging ayam, 12 jam," terangnya.
Menurut pantauan detiksurabaya.com, harga daging ayam di pasar tradisional mengalami naik turun. Di akhir pekan lalu, per kilogram daging ayam dijual Rp 27 ribu, kini turun menjadi Rp 24 ribu.
Namun mendekati Idul Fitri nanti, pedagang memprediksi harga daging ayam akan mengalami peningkatan hingga Rp 35 ribu per kilogram. Bahkan, untuk daging ayam kampung akan menyentuh harga Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu per ekor.
