Sidak daging oleh Dinas Peternakan Gunungkidul Senin (22/08/2011) pagi, menemukan ayam tiren yang dijual di pasar.
GUNUNGKIDUL - Dinas Peternakan Kabupaten Gunungkidul menggelar sidak daging ke sejumlah pasar tradisional, Senin (22/8/2011) pagi. Dalam sidak ini petugas mengambil sejumlah sampel daging yang diduga stok lama yang telah berwarna pucat. Tak hanya itu, petugas juga menemukan ayam yang diduga tiren alias 'mati kemaren'.
Kepala Dinas Peternakan Gunungkidul, Khrisna Berlian, mengatakan, karena keterabatasan peralatan, pemeriksaan dilakukan dengan pola organoleptik daging, yakni memeriksa dengan penglihatan, penciuman dan perabaan daging guna mengetahui kondisi daging sapi yang dijual.
Pemeriksaan petugas ini juga mencakup pemeriksaan kadar air dalam daging. "Untuk sementara, dalam pemantauan tadi kami tidak menemukan daging sapi gelonggongan, namun kami mengambil sejumlah sampel daging yang dijual dalam kondisi pucat dan berserat besar, yang selanjutnya akan kami uji di laboratorium," kata Krisna.
Khrisna menambahkan, dalam pemeriksaan daging ayam, petugas menemukan daging yang diduga tiren. Indikasinya, proses pemotongan ayam tidak sempurna dan menyalahi aturan.
Sidak daging ini sengaja digelar pagi hari karena peredaran daging di pasar mulai marak. Sementara harga daging sapi menjelang lebaran masih normal yakni Rp 65 ribu rupiah per kilogram. "Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada saat membeli daging dan tidak tergiur dengan harga daging sapi yang murah," tegasnya.
