MOJOKERTO - Berbagai persiapan menjelang bulan suci ramadan memang bisa dilakukan dengan cara apapun. Persiapan menjelang puasa biasa dilakukan secara lahir dan batin.
Seperti yang dilakukan warga Lingkungan Kemasan Kelurahan Blooto Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto yang menggelar ritual Nyadran atau juga dikenal sebagai dengan ruwat desa dalam istilah Jawa.
Acara ini dilakukan di pelataran Makam Mbah Jimad merupakan orang yang pertama kali membabat Dusun Kemasan dan beberapa dusun di sekitarnya. Berbagai hidangan seperti tumpeng, nasi kuning, krawu dan beberapa kue seperti apem dan buah pisang diarak beramai-ramai menuju makam Mbah Jimad.
Acara ini diawali dengan arak-arakan tumpeng berdiameter 3 meter dengan tingga 2 meter dari Jalan Kemasan Gang 4 melintasi kampung-kampung dan menuju pelataran makam Mbah Jimad. Setelah sampai di pelataran makam, tumpeng ini kemudian ditaruh di depan para warga. Kemudian sesepuh desa membacakan doa keselamatan menjelang Ramadlan.
"Acara kali ini kita menghabiskan puluhan kwintal beras. Sementara untuk lauknya tidak boleh ada ayam, serta ada satu jenis kue yang harus disertakan yakni kue serabih," kata Bambang Iriyanto, Ketua Panitia penyelenggara kepada wartawan usai acara ruwatan di pelataran makam Mbah Jimad, Kamis (21/7/2011).
Bambang menjelaskan, jika ritual ini telah diadakan tiap tahun di bulan Ruwah atau Syaban di hari Kamis minggu kedua sejak turun temurun dari nenek moyangnya. Tujuan ritual Nyadaran ini adalah kirim doa pada sanak saudara dan leluhur yang telah mendahului pulang ke Rahmatullah.
"Ritual Nyadran ini juga untuk memohon kepada Gusti Allah agar memberikan keselamatan bagi seluruh anggota keluarga yang telah ditinggalkan di Dusun Kemasan. Dan juga para pemimpin-pemimpin mulai dari tingkat Kelurahan sampai Presiden agar diberi kemudahan untuk melaksanakan tugasnya," ujar pria berblangkon hitam ini.
Sementara Wakil Wali Kota Mojokerto, KH Masud Yunus dalam sambutannya mengatakan dengan adanya ritual ini bisa mempererat Ukhuwah Islamiyah sesama warga.
"Ini juga mengingatkan kita untuk selalu memanjatkan doa kepada Sang Khalik, dan sebagai manusia harus senantiasa bersyukur dan bersedekah agar selamat dunia akhirat. Tapi ingat, kita berdoa untuk memohon kepada Allah saja, bukan ke Mbah Jimad," tuturnya kepada warga.
Sebelum dilakukan ritual, warga setempat juga menggelar bersih desa dan kerja bakti bersama. Untuk acara malam harinya, warga mengadakan khotmil Quran. Dalam acara ini selain Wawali, turut hadir Ketua DPRD Kota Mojokerto, Mulyadi.
Acara ini ditutup dengan Ikrar tentang Ruwat Desa/Nyadran yang disampaikan Sesepuh Kelurahan Blooto Mbah Sardi. Ritual ini sesuai dengan tradisi yang masih berjalan hingga saat ini pada Desa Blooto Kecamatan Prajuritkulon.
