Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Selasa, 5 April 2011

Anak Dibui, Ibu Coba Bunuh Diri


Foto sekuel keluarga dan petugas berupaya menenangkan Ny Suliati yang hendak bunuh diri dengan merebahkan tubuhnya di tengah jalan di depan Polres Pamekasan, Senin (4/4).



PAMEKASAN: Hati ibu mana yang tidak teriris melihat anak kandungnya harus mendekam di balik jeruji besi penjara. Apalagi, kalau itu terjadi atas sebuah kasus yang belum diputuskan secara adil oleh penegak hukum.

Seperti yang menimpa Suliati (48) warga Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota, Pamekasan. Ibu tiga anak ini, mencoba bunuh diri dengan merebahkan diri di jalan raya, persis di depan Polres Pamekasan, Senin (4/4) sekitar pukul 10.15.

Suliati nekat melakukan perbuatan itu setelah membesuk anaknya, Suparto (25), di tahanan. Saat itu, Suparto berkeluh kesah pada ibunya bahwa ia tidak kerasan di dalam tahanan. Apalagi dia ditahan atas perbuatan yang menurutnya tidak salah.

Entah bagaimana mulanya, mendengar curahan hati sang anak, Suliati seperti kalap. Mendadak ia ke luar berlari sambil berteriak menuju jalan raya. Ia tidur telentang di tengah jalan, hingga membuat lalu lintas yang ada di jalan raya itu sempat macet.

Beruntung, tindakan Suliati yang mencoba mengakhiri hidupnya secara tragis itu keburu ketahuan anggota polisi. Sebelum terjadi sesuatu, Suliati langsung digotong dan dibawa masuk ke ruang pos Sabhara Polres Pamekasan.

“Kalau begini saya lebih mati saja. Saya tidak terima anak saya ditahan, karena memukul pencuri ponsel. Sedang pencurinya malah tidak ditahan,” kata Suliati sambil berontak, berusaha melepaskan diri dari pegangan petugas.

Ulah Suliati kemarin tidak hanya mengagetkan sejumlah warga yang melintas di jalan raya, tapi juga Kapolres Pamekasan AKBP Anjar Gunadi, Dandim 0826 Pamekasan, Letkol Purwadi, serta sejumlah anggota polisi setempat. Maklum, peristiwa itu terjadi saat dilakukan foto bareng usai apel bersama pengamanan kota setempat.

Sementara Suparman, anak sulung Suliati, dan Fatimah, adik kandung Suliati yang melihat kejadian itu, terlihat meneteskan air mata. Dia berupaya menenangkan Suliati sambil memegang tubuhnya.

“Bu, tenang Bu. Jangan berbuat nekat seperti ini. Saya juga kecewa dengan polisi yang tidak adil menangani perkara adik. Tapi, ibu tenang, jangan melakukan perbuatan seperti tadi,” kata Suparman, kepada ibunya.

Akhirnya, setelah kondisi Suliati tenang, seorang petugas pun memberi penjelasan. Di katakannya bahwa Hari (25), warga Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, yang diduga mencuri ponsel Suparto, kemarin juga sudah diperiksa. Mendengar penjelasan itu, emosi Suliati pun mereda.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular