
MEDAN: Di Mapolresta Medan, Bunga yang tinggal bersama kedua orang tuanya di kawasan Jl. Gatot Subroto, Kec. Medan Sunggal itu membeberkan ulah pamannya Wahyu (38), yang mencabulinya dua hari lalu.
“Anu aku dipegang-pegang, sakit jadinya,” ujar Bunga polos. Info yang berhasil dihimpun menyebutkan, pencabulan itu dilakukan adik kandung ayah Bunga. Namun, ketika ditanya kapan terjadinya, JH mengaku tidak mengetahui persis kapan kejadian tersebut dilakukan Wahyu.
Peristiwa tersebut terbongkar saat Bunga mengeluh sakit di kelaminnya. “Kami tahunya saat Bunga mengeluh sakit dikemaluannya,” ujar, JH menjelaskan, akibat peristiwa tersebut, ibu kandung Bunga jatuh sakit dan masih dirawat di salah satu rumah sakit swasta dekat tempat tinggalnya.
Sementara ayah Bunga terlihat tak mau ikut campur dalam permasalahan yang dilakukan adiknya terhadap putrinya itu.
“Mamaknya ini (ibu Bunga-red) tahu anaknya digitukan langsung sakit dan dirawat di rumah sakit, makanya saya yang melapor ke polisi, bapaknya tak mau tahu,” tukas wanita berjilbab itu.
Masih kata JH, Wahyu tinggal tak jauh dari rumah Bunga. Saat itu Wahyu memanggil Bunga, karena paman kandungnya yang memanggil, Bunga datang dengan wajah yang polos. Entah mengapa, tiba-tiba tangan Wahyu langsung menjulur ke kemaluan keponakkannya.
Walau Bunga merasa kesakitan, Wahyu tidak mempedulikannya, dengan leluasa, Wahyu terus mengkobel-kobel bagian sensitif Bunga di ruang tamu rumahnya. Merasa aksinya tak aman, Wahyu menyuruh Bunga pulang dan membujuk Bunga agar tak menceritakan perbuatannya itu pada orang lain.
Namun setiba di rumah, Bunga yang kesakitan langsung menceritakan perbuatan si paman pada ibunya. Pengakuan itu sontak membuat ibu Bunga bak tersambar petir di siang bolong.
“Ini aku dipegang-pegang paman,” kata Bunga pada kru koran sembari menunjuk areal keklaminnya. Setalah diperiksa di ruang penyidik Unit Judi Sila, JH selanjutnya meninggalkan Mapolresta Medan.
Laporan pengaduannya belum dapat diterima. “Laporan belum bisa dibuat, kata polisi harus orang tuanya yang buat laporan dan membawa kartu rumah tangga,” ketus JH sembari berjalan meninggalkan Mapolresta Medan.
