
JAKARTA: Agung Arief Perdana Putra (18), salah satu dari sembilan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang hilang sejak tanggal 19 Maret 2011, ternyata sempat menghubungi keluarga sebanyak dua kali. Kepada keluarga, Agung mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja dan sedang bersembunyi di suatu tempat.
"Dia itu sempat telepon kita sebanyak dua kali, terakhir itu tanggal 15 April kemarin," kata tante Agung, Yeti Kunti Andari, Rabu (20/4/2011).
"Dia bilang di masih di Malang juga tapi tepatnya dimana dia nggak mau bilang. Tapi anehnya, kalau kita yang telepon Agung nggak mau angkat, katanya biar dia saja yang hubungi keluarga," cerita Yeti.
"Dia cuma minta keluarga jangan terlalu banyak mikir. Dia bilang dia nggak apa-apa, sehat, tapi takut keluar makanya sedang sembunyi. Ditanya di mana, dia bilang nggak mau disamperin dulu, dia mau tenangkan diri, dan pikiran juga. Katanya dia malu sama orang," cerita Yeti.
Yeti tidak mengerti apa yang membuat Agung begitu ketakutan. Saat ditanya apakah Agung dalam tekanan seseorang, Agung lagi-lagi menegaskan dia butuh waktu.
"Dia cuma bilang malu dan takut. Dia bilang agar ibunya jangan khawatir," imbuh Yeti.
Untuk menenangkan keluarga, Agung mengatakan bahwa dia sebentar lagi akan pulang. "Kata dia pokoknya didoakan saja, dia pasti pulang. Tapi saya khawatir dia dicuci otaknya," tandas Yeti.
