
SERGAI: Cinta ditolak gadis pujaannya, membuat Isa alias Iis (21) nekat. Warga Indra Giri Hilir, Riau ini memerkosa RW (26) warga Sei Suka, Kabupaten Batu Bara.
Perbuatan tersebut terjadi Minggu (3/4) lalu sekira pukul 18.30 WIB di areal perkebunan kelapa sawit milik PTPN III di Sarang Giting persisnya di Kotarih, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
Namun, akibat perbuatannya itu, Isa babak belur dipukuli keluarga korban. Saat ditemui di Mapolsek Dolok Masihul, Selasa (5/4), dengan wajah lebam, Isa menceritakan perkenalannya dengan RW.
Singkat cerita, karena penasaran dengan korban, tersangka pergi dari Riau ke rumah kakeknya di Desa Sigukguk, Kecamatan Kotarih, Kabupaten Sergai.
“Selama tiga bulan sudah aku tinggal di rumah kakekku itu. Tapi karena aku penasaran dengan wanita yang aku kenal melalui HP tersebut, pada akhir Februari, aku menjumpainya di rumah kakeknya di Kuala Tanjung, Batu Bara. Saat menemuinya, aku bersama paklek (paman) kandungku Legiman (27),” tuturnya.
Kedua pemuda ini pun mengendarai sepedamotor Honda Supra milik Legiman untuk menemui RW.
“Tapi saat tiba di rumah kakeknya, dia (RW, red) tak sor padaku. RW malah menaruh hati pada paklekku. Setelah itu akupun tetap menemuinya di rumah kakeknya. Aku ke sana juga bersama Legiman,” tambahnya.
Beberapa hari kemudian, Isa dan Legiman kembali menemui RW, tepatnya pada Minggu (3/4). “Kami berangkat dari Kotarih sekitar pukul 13.30 WIB dan kami tiba di rumah kakek RW pukul 15.00 WIB. Ada 1 jam kami berada di rumah tersebut. Setelah itu kami mengajak korban untuk jalan-jalan ke kampung kami (Kotarih, red),” tuturnya.
Gayung pun bersambut. RW manut saja diajak keduanya. “Kami pergi tanpa pamitan dengan kakek RW. Kami bonceng tiga naik sepedamotor. RW tinggal berdua dengan kakeknya. Tapi aku tak tahu siapa nama kakeknya,” bebernya lagi.
Setibanya di Tebingtinggi, Legiman dan RW naik angkot. Sedangkan tersangka mengendarai sepedamotor. Isa pun menunggu keduanya di simpang Belidah, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sergai.
Setibanya di lokasi kejadian tepatnya di Kecamatan Serbajadi, tersangka menghentikan laju sepedamotornya. Kemudian ketiganya mengobrol di pinggir jalan sekitar satu jam. Awalnya, Isa tak ada niat untuk memerkosa RW.
Niatku timbul saat kami berhenti di areal kebun kelapa sawit itu yang jauh dari pemukiman warga. Setelah waktu menujukan pukul 18.30 WIB, akupun menarik tangan korban. Karena dia melawan aku lantas memukulnya di depan Legiman,” ungkapnya.
Melihat aksi Isa, Legiman hanya terdiam. Kemudian Isa membawa paksa RW ke bawah pohon sawit yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari tempat sepedamotor diparkirkan.
“Aku yang sudah kesal ditolak cintaku, lantas membuka paksa celana jeans yang dikenakan korban dan memerkosanya meski dia (korban, red) teriak minta tolong. Memang tak ada orang yang mendengarnya kecuali Legiman. Soalnya situasi saat itu sepi. Setelah memerkosanya, aku menyuruh korban mengenakan celananya,” sebutnya.
