
MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencanangkan program pengiriman pegawai negeri sipil untuk belajar ke luar negeri agar dapat menjadi sumber daya manusia yang handal guna menunjang proses reformasi birokrasi.
“Rencananya, 35 orang yang akan dikirim belajar ke luar negeri,” kata Pelaksana Tugas Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.
Gatot menjelaskan, pihaknya berkeinginan agar proses reformasi birokrasi menjadi salah satu program unggulan di Pemprov, Pemkab, dan Pemkot di Sumut pada tahun 2011.
Untuk merealisasikan rencana reformasi birokrasi itu, pihaknya menilai perlunya keberadaan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan berwawasan luas.
Pihaknya menilai kualitas SDM pegawai di Pemprov, Pemkab, dan Pemkot di Sumut selama ini perlu ditingkatkan lagi untuk memenuhi harapan reformasi birokrasi tersebut.
Karena itu, pihaknya berinisiatif untuk memberikan beasiswa terhadap sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) guna menuntut ilmu dan menambah wawasan, bahkan hingga ke luar negeri.
“Ada 35 orang. 33 orang dari Pemkab/Pemkot, dua dari Pemprov Sumut,” katanya.
Menurut Gatot, ada tiga negara yang rencananya akan menjadi lokasi belajar 35 PNS yang akan mendapatkan beasiswa tersebut.
“Australia, Jepang, atau Amerika. Salah satu diantara tiga negara itu,” katanya.
